Kompas.com - 05/06/2020, 09:52 WIB
Langit Senja belajar secara daring di rumah di Depok, Kamis (4/6/2020). Meski Kota Depok bersiap memasuki fase PSBB proporsional pada 5 Juni 2020, sebagai transisi menuju normal baru namun kegiatan sekolah di tempat belum akan dibuka. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOLangit Senja belajar secara daring di rumah di Depok, Kamis (4/6/2020). Meski Kota Depok bersiap memasuki fase PSBB proporsional pada 5 Juni 2020, sebagai transisi menuju normal baru namun kegiatan sekolah di tempat belum akan dibuka.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan provinsi di zona merah seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat tak akan membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar Menengah Plt. Dirjen PAUD, Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad merujuk data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

"Kami di Kemendikbud selalu koordinasi dengan Gugus Tugas Covid, termasuk Kemenkes, BNPB. Jadi kami tidak akan serta merta mengijinkan pemda membuka sekolah kalau daerahnya masih zona kuning, orange, merah," kata Hamid dalam video konferensi, Kamis (4/5).

Baca juga: Sekolah di Zona Kuning, Orange, dan Merah Tetap Belajar dari Rumah

Hamid menyebutkan, ada satu zona hijau di Pulau Jawa yaitu Kota Tegal. Namun, Kemendikbud tak merekomendasikan untuk membuka sekolah karena daerah di sekitar Tegal masih berwarna merah.

"Kami tidak akan pernah menolerir pemda yang serta merta akan membuka sekolah di zona itu. Kita jangan berpikir daerah Jabodetabek itu ada sekolah dibuka. Itu tak mungkin," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada 412 kabupaten kota yang termasuk zona kuning, orange, merah. Dengan demikian, pembukaan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka tak akan dilakukan.

Tetap Belajar dari Rumah

Hamid mengatakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di zona kuning, orange, dan merah akan tetap berbentuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar dari rumah.

Kemendikbud tak akan mengizinkan pemerintah daerah membuka sekolah di zona kuning, orange, dan merah.

"Untuk daerah yang berada di zona kuning, orange, dan merah, pembukaan kembali dengan sistem belajar tatap muka tidak akan diperbolehkan. jadi harus melanjutkan PJJ seperti yang selama ini kita lakukan," kata Hamid.

Ia mengakui ada banyak kendala dan hambatan dalam pelaksanaan PJJ. Hamid mengaku Kemendikbud sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan di daerah untuk menyelesaikan kendala PJJ sebelum tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai.

"Ada dua metode PJJ ini. PJJ ini daring, tatap muka virtual, ada yang menggunakan Learning Management System. Jadi misalnya kita ada Rumah Belajar, Ruang Guru, Zenius, ada Sekolah Pintar. Ini yang daring," ujar Hamid.

Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Kemdikbud Sediakan Ratusan Materi Belajar dari Rumah

Untuk metode PJJ secara luring, Kemendikbud mendorong sekolah menggunakan buku, modul-modul yang disiapkan, dan bahan ajar yang ada di lingkungan sekitar.

Selain itu, Kemendikbud juga akan memfasilitasi PJJ luring dengan program radio dan televisi baik nasional maupun daerah.

"Berbagai media pembelajaran sudah ada di Kemendikbud, bisa diakses cukup banyak," tambah Hamid.

Menurutnya, langkah ini merupakan prinsip utama Kemendikbud yang mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan siswa, guru, dan tenaga pendidik sekolah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.