Ketua DPR RI: Perguruan Tinggi Harus Gotong Royong Hadapi Covid-19

Kompas.com - 05/06/2020, 09:17 WIB
ilustrasi gotong royong FREEPIKilustrasi gotong royong
|

KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda belahan dunia merubah tatanan kehidupan. Lantaran obat atau vaksin belum ditemukan mengharuskan semua orang harus terbiasa dengan kehidupan ini.

Hanya saja, setiap negara terus berupaya menemukan obat tersebut. Di Indonesia sendiri, setiap perguruan tinggi juga berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Seperti di bidang kesehatan, kampus bergotong royong menciptakan ventilator portabel dan vaksin. Atau alat pelindung diri ( APD) yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di rumah sakit.

Baca juga: Akademisi UB: Industri Pariwisata Kampanye Ini Dulu Sebelum Beroperasi

Dalam Webinar Multidimensi Covid-19 bertema "Memaknai Hari Lahir Pancasila di Era Pandemi Covid-19" yang digelar Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (3/6/2020), Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., M.S. mengatakan gotong royong dan bersatu akan menciptakan kedamaian.

Inti nilai Pancasila

Menurut Rektor UB, gotong royong juga merupakan inti nilai Pancasila yang bisa menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Sebagai salah satu bentuk gotong royong di era pandemi Covid-19, UB telah melakukan beberapa upaya seperti pemberian bantuan sembako bagi mahasiswa yang masih bertahan di Malang.

"Kami juga memberikan subsidi pulsa bagi mahasiswa tidak mampu," kata Nuhfil seperti dikutip dari laman resmi UB, Kamis (4/6/2020).

Hal sama juga diungkapkan Wakil Rektor IV UB Prof. Sasmito Djati, selain gotong royong, konsep-konsep Pancasila saat ini juga telah diterapkan dalam kurikulum pendidikan di kampus.

Dalam kurikulum saat ini, perguruan tinggi diharuskan untuk mendidik mahasiswa agar mempunyai soft skill bagus.

"Kita dituntut bagaimana menyusun konsep pembelajaran dengan dasar Independensi, borderless interdisipliner, way of thinking, social being, yang sebenarnya semua hal tersebut adalah dasar Pancasila," jelasnya.

Gotong royong dan berinovasi

Sementara Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani yang membuka kegiatan Webinar berharap perguruan tinggi bisa memberikan berkontribusi gotong royong dalam bentuk terobosan inovasi di bidang kesehatan.

"Saat ini yang kita butuhkan adalah gotong royong dalam skala besar. Di perguruan tinggi saya berharap ada sebuah terobosan inovasi dalam bidang kesehatan dan bidang lainnya," ungkapnya.

Menurut Puan, contoh dibidang kesehatan, banyak perguruan tinggi yang menciptakan ventilator portabel serta dan vaksin.

Baca juga: Era New Normal, Pakar UB: Kesadaran dan Disiplin Kunci Tetap Sehat

Karena itu dia berpesan, penyelesaian pandemi merupakan tugas bersama. Tanpa saling menyalahkan satu sama lain terutama dalam memenangkan pandemi Covid-19 atas nama bangsa Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X