Bambang Asrini Widjanarko
Kurator seni

Kurator seni, esais isu-isu sosial budaya, aktivis, dan seorang guru. Kontak: asriniwidjanarko@gmail.com

Basri Menyapa: Pandemi, Visi Berbagi, dan Elaborasi Farhan Siki

Kompas.com - 08/06/2020, 10:56 WIB
Farhan Siki di Studionya, Yogyakarta. Dok Farhan SikiFarhan Siki di Studionya, Yogyakarta.

Diharapkan mereka berbagi, sebagian mengilhami, sebagian lain diharapkan secara konkrit menularkan daya survivalnya. #BasriMenyapa, dipandu sendiri oleh penulis, Bambang Asrini untuk sebuah cita-cita kemandirian untuk semua.

Farhan Siki dan tokoh kreatif Lain

#BasriMenyapa menghadirkan dua sesi Bedah Profil (45 menit), sebagai “sapaan ramah, lepas lagi bernas” -- tiap bintang tamu yang membahas berbagai topik tertentu seputar latar belakang profesi dan visi kreatifnya.

Dan sesi ke-2, Bedah Karya (45 menit), “sapaan atas karya dan berbagi pesan”—bagi tiap bintang tamu yang bereksplorasi dan unjuk karya- karyanya dengan pesan-pesan yang disampaikan pada apresian.

Baca juga: Hendak Kembali ke Jakarta, Hasil Swab Anggota Bawaslu RI Positif Corona

Para tokoh kreatif yang menjadi bintang tamu bisa desainer, arsitek, ketua komunitas seni, seniman & perupa, kolektor dan art dealer, gallerist, pakar museum, ilmuwan humaniora dan sosial, film maker, penulis dan pekerja-pekerja kreatif lain.

Pada Minggu pertama Juni 2020 ini, kita bertemu Farhan Siki dengan visi-nya sebagai seniman street art. “Seniman Lahir di Jalanan” akan menjadi tajuk utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Semenjak dipesan karya gigantiknya yang memaknai “kegelisahan di kota” pada pameran ArtJog 2009, yang kala itu Art Fair berjuluk Jogja Art Fair segera saja Farhan diundang ke benua Eropa.

Melakukan kerja-kerja kolektif dan mandiri di kantung-kantung komunitas street art Eropa serta terpilih oleh galeri privat mapan, Primo Marella di tahun 2012 dengan solo show-nya: Implosion di Milan, Italia.

Sebelumnya, semenjak era Orde Baru lengser, kepengapan iklim politik dan ekspresi bebas membuncah, para seniman mengikrarkan kreatifitas seluas-luasnya.

Farhan Siki melakukan berbagai proyek mandiri dan saling interdependesi dengan para seniman-seniman di Jakarta, Bandung, Yogyakarta sampai Surabaya dan Bali sejak akhir 1990-an sampai 10 tahun kemudian dengan bergiat pameran kelompok atau solo, merespons beragam atmosfer kota serta pilihan artistiknya: kritik pada kehidupan urban.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.