Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

636.586 Calon Mahasiswa Sudah Pilih Pusat UTBK 2020, Ini Pesan LTMPT

Kompas.com - 12/06/2020, 15:00 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengingatkan agar calon mahasiswa segera menyelesaikan pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 yang akan ditutup pada 20 Juni 2020.

Hingga Kamis, 11 Juni 2020 pukul 20.02 WIB, sebanyak 545.137 siswa telah selesai proses pendaftaran (cetak kartu) .

LTMPT berpesan untuk calon mahasiswa yang belum menyelesaikannya untuk tidak menunda untuk menyelesaikan proses pendaftaran, termasuk soal pilihan pusat UTBK dan program studi.

Baca juga: 8 Kampus Terbaik Indonesia di Pemeringkatan Dunia QS WUR 2021

"Sudah ada total 545.137 siswa yang menyelesaikan proses pendaftaran hingga cetak kartu. Bagi siswa yang belum, yuk segera selesaikan!" Kamis (11/6/2020).

"Sebagai pengingat, perhatikan dengan baik data-data yang kalian isi ya, utamanya pilihan Pusat Pelaksanaan UTBK, pilihan program studi, dan data krusial lainnya. Karena data yang sudah difinalisasi tidak akan bisa diubah. Tetap semangat dan jaga kesehatan!"

Hari sebelumnya, LTMPT juga menyatakan pesan serupa, "Sudah tinggal menghitung hari sampai pendaftaran UTBK ditutup. Tercatat sudah ada 619.610 siswa yang memilih pusat UTBK, dan 521.304 di antaranya sudah menyelesaikan proses pendaftaran final sampai cetak kartu. Yakin masih ingin mengulur waktu lagi? Yuk segera daftar dan selesaikan!"

Baca juga: Daftar PTN Paling Diminati Peserta SBMPTN 2019

LTMPT resmi membuka pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020 pada 2 Juni 2020 hingga 20 Juni 2020. Artinya, calon mahasiswa yang belum mendaftar atau menyelesaikan pendaftaran hanya memiliki waktu 8 hari lagi.

Berikut informasi Data Statistik Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020 hingga Kamis 11 Juni 2020:

  • Jumlah peserta telah memilih Pusat UTBK: 636.586
  • Jumlah peserta selesai proses Pendaftaran (Cetak Kartu): 545.137 (terdiri dari jumlah peserta reguler 428.163 dan peserta KIP Kuliah 116.974)

LTMPT juga mengingatkan agar pengisian data sudah benar, termasuk pilihan pusat UTBK dan data disabilitas (tunanetra/tunadaksa). Jika sudah simpan permanen (cetak kartu) data sudah tidak dapat diubah lagi.

Baca juga: 20 Jurusan UI Paling Diminati di SBMPTN dan Daya Tampung 2020

Terkait dengan pemilihan lokasi pusat UTBK, Ketua LTMPT Prof. Mohammad Nasih menekankan agar siswa memilih lokasi yang dekat dengan tempat tinggal.

Dia menjelaskan bahwa pemilihan pusat UTBK pada proses pendaftaran UTBK SBMPTN 2020 tidak ada hubungan dengan pilihan program studi (prodi) dan PTN.

Misalnya, meski pusat UTBK atau tempat UTBK terletak di Unair, namun tak masalah bila calon mahasiswa memilih program studi di Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada atau universitas lainnya.

“Anjuran pertama saya berkaitan dengan kondisi saat ini, tolong pilih pusat UTBK yang terdekat dengan kediaman kawan-kawan semuanya,” ucap Prof. Nasih yang juga merupakan Rektor Unair dalam diskusi daring, Selasa (2/6/2020), seperti dilansir dari laman Unair News.

Baca juga: Ingin Kuliah Sambil Liburan di Bali? Ini Daya Tampung Udayana di SBMPTN 2020

Dalam kesempatan yang sama Prof. Nasih juga mengingatkan soal pemilihan jurusan saat pendaftaran.

Berbeda dengan ketentuan SBMPTN tahun lalu, pendaftaran UTBK-SBMPTN 2020 akan dibersamakan dengan pemilihan program studi terlebih dahulu.

Karena itu, calon mahasiswa yang telah memilih program studi datanya bersifat permanen, dan tidak dapat diubah.

Apabila calon mahasiswa salah mendaftar tidak dapat mendaftar untuk kedua kalinya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terkini Lainnya

Cerita Novika, Alumnus UGM Jadi Penyuluh Pertanian di Daerah 3T

Cerita Novika, Alumnus UGM Jadi Penyuluh Pertanian di Daerah 3T

Edu
Kisah Pak Theo, Guru yang Mengajar Anak Suku Moskona di Teluk Bintuni, Papua Barat

Kisah Pak Theo, Guru yang Mengajar Anak Suku Moskona di Teluk Bintuni, Papua Barat

Edu
Profil Wamildan Tsani Panjaitan, Dirut Baru Garuda yang Lulusan Tanus  dan AAU

Profil Wamildan Tsani Panjaitan, Dirut Baru Garuda yang Lulusan Tanus dan AAU

Edu
BRIN Beri Beasiswa Program Degree By Research bagi S2-S3, Ada Bantuan UKT dan Riset

BRIN Beri Beasiswa Program Degree By Research bagi S2-S3, Ada Bantuan UKT dan Riset

Edu
Ubah Wajah Industri Jamu, Irwan Hidayat Raih Gelar Honoris Causa dari Unnes

Ubah Wajah Industri Jamu, Irwan Hidayat Raih Gelar Honoris Causa dari Unnes

Edu
“Pangan Kasih dari Hati ke Rasa”, Gerakan Solidaritas Orang Muda untuk Akses Pangan

“Pangan Kasih dari Hati ke Rasa”, Gerakan Solidaritas Orang Muda untuk Akses Pangan

Edu
Inovasi Siswa SMAN 8 Purworejo, Bikin Lampu Otomatis hingga Buka Pintu dengan KTP

Inovasi Siswa SMAN 8 Purworejo, Bikin Lampu Otomatis hingga Buka Pintu dengan KTP

Edu
Perkuat Pendidikan Indonesia, Yasbil Luncurkan 'Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025'

Perkuat Pendidikan Indonesia, Yasbil Luncurkan "Beasiswa Anak Teladan Indonesia 2025"

Edu
Tips Tembus Publikasi di Jurnal Bereputasi ala Pakar dari Ural Federal University, Rusia

Tips Tembus Publikasi di Jurnal Bereputasi ala Pakar dari Ural Federal University, Rusia

Edu
Kisah Prof. Rainiyati, 12 Tahun Rampungkan Usaha Jadi Guru Besar Unja

Kisah Prof. Rainiyati, 12 Tahun Rampungkan Usaha Jadi Guru Besar Unja

Edu
Cerita Alumni Telkom University, Ikut Desain Mobil Kepresidenan MV3 Garuda

Cerita Alumni Telkom University, Ikut Desain Mobil Kepresidenan MV3 Garuda

Edu
Perkuat “Growth Mindset”, 516 Beswan Djarum Diharapkan Temukan Potensi Diri

Perkuat “Growth Mindset”, 516 Beswan Djarum Diharapkan Temukan Potensi Diri

Edu
Mendikdasmen Ingin Ada Pramuka Bhayangkara di Sekolah, Apa Itu?

Mendikdasmen Ingin Ada Pramuka Bhayangkara di Sekolah, Apa Itu?

Edu
Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil, UI Akui Harus Lakukan Perbaikan Internal

Tangguhkan Gelar Doktor Bahlil, UI Akui Harus Lakukan Perbaikan Internal

Edu
Cerita 2 Profesor Perempuan Unej, Susul Suami Jadi Guru Besar di Fakultas yang Sama

Cerita 2 Profesor Perempuan Unej, Susul Suami Jadi Guru Besar di Fakultas yang Sama

Edu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau