Pakar IPB: 55,5 Persen Keluarga di Indonesia Turun Penghasilan Selama Pandemi

Kompas.com - 20/06/2020, 19:27 WIB
Ilustrasi uang, menabung. SHUTTERSTOCKIlustrasi uang, menabung.

KOMPAS.com - Sebanyak 55,5 persen keluarga di Indonesia mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan Pakar Ekonomi Keluarga, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), IPB University Dr Istiqlaliyah Muflikhati dalam web seminar “Family Talk Series” yang diadakan oleh Departemen IKK, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB.

“Sebanyak 55.5 persen keluarga di Indonesia mengalami penurunan pendapatan. Hal ini juga mengakibatkan sebanyak 63 persen masyarakat mengalami kekhawatiran akan kondisi perekonomian keluarga yang semakin buruk. Keluarga harus bisa bertahan dengan melakukan coping strategy,” papar Istiqlaliyah Kamis (18/6/2020), seperti dilansir dari laman IPB University.

Baca juga: Mendikbud: Perguruan Tinggi di Semua Zona Dilarang Kuliah Tatap Muka

Keluarga, kata dia, merupakan pertahanan pertama dalam menangani pandemi virus Covid-19. Di sisi lain, keluarga juga menjadi unit sosial pertama yang akan merasakan dampak dari pandemi.

Dampak yang paling dirasakan adalah terjadinya penurunan pendapatan keluarga secara nasional. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan selama masa pandemi.

Sehingga, keluarga perlu segera membuat strategi agar ketahanan ekonomi keluarga tetap terjaga.

Ragam kiat menjaga ekonomi keluarga selama pandemi

Karena itulah, Istiqlaliyah berpendapat, keluarga harus berupaya untuk memecahkan masalah dengan mengubah perilaku, lingkungan serta pengendalian emosi.

Baca juga: Ini Kebijakan Baru Mendikbud Nadiem soal Keringanan UKT Mahasiswa

Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh keluarga adalah dengan mengurangi jajan, mengurangi jenis lauk, bahkan bisa dengan mengurangi frekuensi makan.

Di kesempatan yang sama, Dr lilik Noor Yuliati yang juga merupakan Pakar Ekonomi Keluarga dari Departemen IKK IPB University menambahkan, pandemi akan mengubah aspek sumber daya keluarga.

Alokasi waktu di rumah yang lebih banyak, kata dia, dapat menimbulkan masalah bila tidak dikelola dengan baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X