Kasus Jamur Enoki, Pakar UGM Beri Tips Cegah Penyebaran Bakteri Listeria

Kompas.com - 28/06/2020, 10:10 WIB
Ilustrasi jamur enoki. SHUTTERSTOCK/K321Ilustrasi jamur enoki.

KOMPAS.com - Belum lama ini pemerintah meminta importir untuk menarik peredaran jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan.

Produk tersebut diduga terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes yang menyebabkan kejadian Luar Biasa (KLB) di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.

Melansir Kompas TV, Jumat (26/6/2020), pemusnahan terhadap produk jamur enoki asal Korea Selatan sudah dilakukan pada 22 Mei hingga 19 Juni 2020 lalu.

Lebih dari 8.000 kilogram jamur enoki asal Korea Selatan dimusnahkan di Bekasi. Larangan peredaran jamur enoki pun sementara berlaku untuk semua importir tidak hanya yang berasal dari Korea Selatan.

Baca juga: Mendikbud: Perguruan Tinggi di Semua Zona Dilarang Kuliah Tatap Muka

Pakar Keamanan Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Endang S. Rahayu menyebut, bakteri Listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri patogen yang bisa mengakibatkan infeksi usus atau listeriosis.

Dia mengatakan masa inkubasi infeksi Listeria monocytogenes berlangsung 1-7 hari. Sejumlah gejala yang biasanya muncul antara lain demam, sakit perut, dan diare.

Infeksi terjadi ketika bakteri yang ikut terkonsumsi akan tumbuh di usus dan menyerang mukosa. Masuk ke dalam pembuluh darah dan menyerang jaringan yang lain, termasuk saraf.

Infeksi bakteri ini bisa menimbulkan efek serius pada golongan rentan seperti, balita, lansia, serta ibu hamil.

“Bakteri yang terkonsumsi ibu hamil juga bisa membahayakan kandungan,” tuturnya, Sabtu (27/6/2020), seperti dilansir dari laman UGM.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 Dibagi Jadi Dua Gelombang

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM ini juga menjelaskan bahwa bakteri ini dikenal sebagai bakteri psikrotrofik yang dapat tumbuh pada suhu rendah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber ugm.ac.id
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X