Guru Didorong Jadi Kepala Sekolah, Ini Syaratnya

Kompas.com - 28/06/2020, 13:36 WIB
Ilustrasi guru, Hari Guru Nasional ShutterstockIlustrasi guru, Hari Guru Nasional
|

KOMPAS.com - Dunia pendidikan saat ini butuh pemimpin yang transformatif. Karena itu, seorang guru harus disiapkan untuk menjadi pemimpin sekolah.

Meski demikian, untuk menjadi kepala sekolah, guru harus memiliki komitmen tinggi serta memahami pembelajaran yang berpihak pada murid.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud), Iwan Syahril dalam laman resmi Ditjen GTK, Sabtu (27/6/2020).

Baca juga: Kemendikbud Sebut Pandemi Covid-19 Dorong Inovasi Guru

Merubah budaya feodal

Menurut Iwan, guru harus didorong menjadi pemimpin yang transformatif guna merubah budaya feodal yang mempengaruhi Indonesia saat ini.

Tentu agar perubahan akan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan sukses khususnya di dunia pendidikan sekolah.

Studi komparatif yang dilakukan melalui kolaborasi McKinsey & Company dan The National College for Leadership of Schools and Children’s Services di 2010 menyimpulkan bentuk kepemimpinan.

"Adapun bentuk kepemimpinan yang sangat diperlukan untuk kesuksesan sekolah itu adalah kepemimpinan yang berfokus pada pengajaran, pembelajaran, dan manusia yang ada di sekolah," kata Iwan.

Dikatakan, Kemendikbud saat ini tengah menjalankan konsep Merdeka Belajar, dimana Iwan mengungkapkan bahwa outcome dari konsep ini adalah hasil belajar siswa.

"Kepemimpinan sekolah adalah hal yang sangat penting dalam transformasi pendidikan kita." ujarnya.

Seperti diterapkan Ki Hajar Dewantara

Di Merdeka Belajar pemimpin pendidikan baik itu kepala sekolah, aparat pemimpin pendidikan yang ada di sekolah, pengawas sekolah, kepala dinas, ini harus diorientasikan memiliki pemahaman yang baik tentang bagaimana belajarnya murid itu.

Karenanya, besar kesempatan guru untuk naik jenjang menjadi Kepala Sekolah. Pasalnya, syarat utama yang ditetapkan adalah memahami pembelajaran "Berhamba Pada Siswa" yang telah diterapkan sejak lama oleh Ki Hajar Dewantara.

Tak hanya itu saja, Iwan juga mendorong pendidikan profesi calon guru dapat menghasilkan generasi guru baru yang berorientasi pada murid.

Selain memiliki kompetensi untuk pengetahuan dan praktik profesional, guru generasi baru Indonesia harus berakhlak mulia, bernalar kritis, mandiri, kreatif, gotong royong, dan berkebinekaan global.

Baca juga: Penguatan Kompetensi Guru Jelang Normal Baru lewat Seri Webinar, Ini Linknya

"Mereka memiliki gairah menjadi guru dan memandang anak dengan rasa hormat," tandas Iwan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X