Pemprov Jabar Resmikan Sekolah Pemuda, Dukung Pemuda ke Pendidikan Tinggi

Kompas.com - 14/07/2020, 10:59 WIB
Gubernur Jawa Barat (Jabar) melalui Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah (Sekda) Jabar, Dewi Sartika meresmikan program Sekolah Pemuda, Senin (13/7/2020). Dok. Disdik JabarGubernur Jawa Barat (Jabar) melalui Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah (Sekda) Jabar, Dewi Sartika meresmikan program Sekolah Pemuda, Senin (13/7/2020).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) melalui Asisten Daerah (Asda) Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah (Sekda) Jabar, Dewi Sartika meresmikan program " Sekolah Pemuda", Senin (13/7/2020).

Program pendidikan yang digagas oleh DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jabar dan menggandeng Universitas Al-Ghifari tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka rata-rata lama sekolah di Jabar yang masih ada di 8,13 tahun.

Di samping itu, program ini pun diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca juga: Seperti Ini Simulasi Belajar Tatap Muka di Sekolah untuk Zona Hijau

Selain itu, Dewi juga mendorong dibangunnya penguatan kompetensi bagi para pemuda di samping pendidikan formal, seperti penguasaan di bidang digital.

Menurut dia, kemampuan tersebut penting untuk menjalani kehidupan di era revolusi industri saat ini.

"Ini menjadi perjuangan dalam rangka menciptakan peradaban yang lebih baik melalui pendidikan," ujar Dewi seperti dilansir dari laman Disdik Jabar.

Jaring pemuda dengan keterbatasan ekonomi

Ketua Program sekolah pemuda KNPI Imam Syafei menjelaskan, ada 500 pemuda yang mengikuti program tersebut.

Baca juga: Unpad Buka Pendaftaran Jalur Mandiri S1, Nilai UTBK Bukan Syarat Utama

Jumlah tersebut terbagi dari beberapa tingkat pendidikan, yaitu 100 pemuda di tingkat pendidikan paket A, 100 orang pendidikan paket B, 200 pendidikan paket C, dan 100 pemuda menjadi mahasiswa Universitas Al-Ghifari yang akan berkuliah di jurusan administrasi negara dan hubungan internasional.

Para pemuda yang mengikuti Sekolah Pemuda ini, kata dia, merupakan pemuda yang memiliki keterbatasan dalam melanjutkan pendidikan. Mulai dari ketidakmampuan ekonomi, pengangguran, dan masalah lainnya.

Ia mengatakan, hasil dari program ini bukan hanya memberikan ijazah, tapi juga mendorong keterampilan para pemuda.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X