Kompas.com - 16/07/2020, 15:14 WIB
Seorang anak bermain di area bermain anak, lantai 3 Restoran Angke Gading Serpong, Tangerang, Rabu (11/3/2020). KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYASeorang anak bermain di area bermain anak, lantai 3 Restoran Angke Gading Serpong, Tangerang, Rabu (11/3/2020).
|

KOMPAS.com - Memberikan pembelajaran pada anak usia dini tidak mudah. Sebab, anak usia dini masih suka dengan bermain. Jadi orang tua atau guru juga harus paham bagaimana mendidik anak usia dini.

Biasanya, dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini mengacu pada negara Finlandia. Negara yang terletak di Eropa Utara tersebut menerapkan apa yang disebut sistem Finlandway, yakni model pembelajaran berbasis bermain dan eksplorasi anak.

Merangkum laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, dijelaskan ada beberapa cara bagaimana memberikan pembelajaran pada anak usia dini atau pada PAUD.

Baca juga: Kenali Ciri Anak Usia Dini untuk Dukung Tumbuh Kembangnya

Menurut Joanna Kangas, seorang akademisi dari Universitas Helsinki, pada saat bermain, anak dapat melatih kepribadian dan melihat dunia di sekitar mereka.

"Pembelajaran berbasis bermain ini melibatkan beberapa dimensi sehingga mereka mampu membangun pengetahuannya melalui bermain tersebut," ujarnya saat menjadi narasumber dalam Webinar internasional belum lama ini.

Dikatakan, selama bermain anak mampu bersikap dan melakukan tindakan melebihi dari umur mereka dan kemampuan sehari-hari mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam webinar yang digelar SEAMEO CECCEP itu, Joanna menjelaskan, ada tiga tipe bermain berdasarkan riset yang dilakukannya, yakni:

1. Bermain bebas

Pada saat bermain, anak-anak dibebaskan untuk menciptakan permainan mereka sendiri. Pada tipe bermain ini, tugas guru atau orang tua hanya mengawasi anak-anak.

2. Bermain atas inisiasi anak sendiri

Ada perbedaan dengan bermain bebas, yakni pada permainan ini anak menjadi subjek yang memberikan arti tentang apa yang mereka kerjakan.

Guru atau orang tua hanya memberi arahan tentang bagaimana pembelajaran itu dilakukan.

"Peran guru adalah menetapkan tujuan yang akan di tuju selama pembelajaran tetapi pada pelaksanaannya, anaklah yang diberikan kesempatan untuk melakukan pendekatannya, seperti apa dan bentuknya seperti apa," jelasnya.

3. Bermain bersama

Saat bermain bersama, anak dan guru/orang tua ada bersama-sama dalam suatu permainan. Guru atau orang tua dapat memberikan arahan bagaimana pembelajaran dilakukan.

Atau suasananya bagaimana dan material apa. Sedangkan anak memberikan arti sendiri dalam permainan, apa yang harus mereka lakukan sesuai arahan dan materi.

Guru dan orang tua tidak mengarahkan secara langsung tetapi memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi activ learning.

Baca juga: 3 Cara Mudah Bermain Sains Bersama Anak Usia Dini

"Sedangkan guru dan orang tua hanya menjaga agar tidak keluar dari tujuan yang sudah ditetapkan," terang Joanna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X