Kompas.com - 23/07/2020, 14:54 WIB
In this picture taken on April 29, 2020, a woman walks past a mural at the Quality Control Laboratory at the Sinovac Biotech facilities in Beijing. - Sinovac Biotech, which is conducting one of the four clinical trials that have been authorised in China, has claimed great progress in its research and promising results among monkeys. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP) / TO GO WITH Health-virus-China-vaccine,FOCUS by Patrick Baert NICOLAS ASFOURIIn this picture taken on April 29, 2020, a woman walks past a mural at the Quality Control Laboratory at the Sinovac Biotech facilities in Beijing. - Sinovac Biotech, which is conducting one of the four clinical trials that have been authorised in China, has claimed great progress in its research and promising results among monkeys. (Photo by NICOLAS ASFOURI / AFP) / TO GO WITH Health-virus-China-vaccine,FOCUS by Patrick Baert
|

KOMPAS.com - Vaksin Covid-19 yang didatangkan dari China saat ini sedang dilakukan uji klinis fase 3 oleh pemerintah Indonesia.

Tak hanya Indonesia, tetapi vaksin yang dikembangkan Sinovac Biotech ini juga tengah diuji oleh sejumlah negara di kawasan Afrika, Amerika Latin dan India.

Tetapi, apakah vaksin Covid-19 tersebut efektif untuk masyarakat Indonesia? Untuk mengetahui itu, Ahli Mikrobiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK (K)., angkat bicara.

Baca juga: Akhir Pandemi Indonesia, Pakar UGM: Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

Pakar dari UGM itu mengatakan bahwa efektivitas vaksin Covid-19 buatan China pada orang Indonesia belum diketahui.

Uji klinis fase 3 yang dilakukan di tanah air ini merupakan langkah untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi Covid-19 pada masyarakat Indonesia.

"Dari uji klinis fase 3 ini nantinya bisa dilihat apakah itu cukup aman dan bisa membangun antibodi untuk bisa melindungi orang Indonesia atau tidak," ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (23/7/2020).

4 tahap uji klinis

Menurutnya, ada empat tahap dalam uji klinis vaksin:

1. Pada uji klinis fase 1 vaksin dicobakan pada populasi 5-50 orang yang tidak berisiko terinfeksi Covid-19. Uji dilakukan untuk mengetahui aspek keamanan dan kemampuan dalam menimbulkan kekebalan.

2. Uji klinis fase 2 dilakukan dengan tujuan yang sama seperti pada fase 1. Namun, pada fase ini dicobakan pada populasi yang lebih besar yakni antara 25-1.000 orang dan populasi yang telah terjadi transmisi lokal.

3. Pada uji klinik fase 3 diujikan pada populasi 100-10.000 orang yang memiliki risiko terinfeksi untuk melihat efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi virus corona jenis baru. Uji dilakukan pada populasi yang akan secara spesifik dilindungi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X