Kompas.com - 14/08/2020, 21:51 WIB
Melukis, menggambar atau mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang diminati selama masa pandemi. DOK. FABER CASTELLEMelukis, menggambar atau mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang diminati selama masa pandemi.

KOMPAS.com - Selama masa pandemi, peningkatan akses terhadap platform pendidikan tidak hanya dialami segmen pendidikan formal seperti sekolah dan akademik saja. Platform berbasis keterampilan; memasak, coding hingga melukis juga mengalami hal sama. 

Di tingkat global, hal yang sama dialami Faber-Castell Global mencatat peningkatan akses hingga 300 persen atas video tutorial dan materi pembelajaran lainnya.

Menggambar, mewarnai dan melukis secara manual di atas kertas diyakini banyak penelitian dapat membantu mengurangi kecemasan, membantu daya ingat hingga kembali meningkatkan kreativitas.

Maka tidak terlalu mengherankan kegiatan tersebut banyak dipilih anak dan orang tua dalam mengisi waktu akibat karantina maupun terbatasnya kegiatan.

Baca juga: Melukis dengan Pisau Palet

Keinginan "mencipta"

"Dalam kondisi tersebut banyak diantara kita yang mencoba meredakan ketidakpastian tersebut melalui beragam kegiatan positif, salah satunya adalah menggambar dan melukis," ujar Martin Sori Tjukrono, Digital Marketing Manager PT Faber-Castell International Indonesia melalui rilis resmi (14/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal senada disampaikan praktisi art therapy Adi Chandra, Psikolog.,CGI menilai tren ini sangatlah wajar, sesuai dengan nilai yang memang ada di setiap insan manusia.

Menurut Adi pada dasarnya manusia diciptakan untuk menciptakan sesuatu atau berkarya sesuai kapasitasnya masing-masing atau “created to create”.

"Proses eksplorasi perasaan dan pikiran, reality testing, penyelesaian konflik emosional, dan pengembangan kemampuan sosial, mengurangi kecemasan serta meningkatkan self esteem hanya bisa didapatkan melalui kegiatan berkesenian," ujarnya.

Dan kegiatan seni khususnya menggambar sendiri, menurut Adi, memiliki banyak nilai lebih, sehingga penting bagi kita untuk terus berkreasi di era new normal saat ini.

Martin menjelaskan selama periode Mei hingga Agustus ini Faber-Castell Indonesia, melalui Youtube Faber-Castell Creative Kids mencatat memiliki hingga 302 ribu lebih penonton dengan total jam menonton mencapai 4.500 jam.

Selain itu, materi pembelajaran kreatif yang berada di laman www.faber-castell.co.id juga telah diunduh sebanyak 7.100 kali hingga saat ini.

Martin menambahkan pihaknya terus menghadirkan program-program workshop kreatif secara virtual, dengan beragam materi serta melibatkan pemateri baik nasional maupun mancanegara yang diperuntukan untuk pribadi atau kelompok atau sekolah.

Jadwal kegiatan tersebut juga dapat akses melalui laman resmi maupun sosial media Instagram atau Facebook Faber-Castelle Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.