Vaksin Jadi Solusi Hentikan Pandemi? Ini Kata Pakar UGM

Kompas.com - 18/08/2020, 14:23 WIB
Ilustrasi vaksin corona ShutterstockIlustrasi vaksin corona
|

KOMPAS.com - Salah satu vaksin Covid-19 asal China yakni vaksin Sinovac saat ini masih dilakukan uji klinik fase 3 di Indonesia. Tentu untuk melihat efektivitas dari vaksin itu.

Hanya saja, ditemukannya vaksin Covid-19 bukan menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan pandemi. Karena, wabah virus corona sebelumnya yaitu SARS-CoV dan MERS-CoV berhasil dihentikan tanpa dengan vaksin.

"Saya kira pemerintah tetap perlu melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 ini secara maksimal," ujar pakar virologi dari FKKMK Universitas Gadjah Mada ( UGM), dr. Mohamad Saifudin Hakim, MSc., PhD, seperti dikutip dari laman UGM, Senin (17/8/2020).

Baca juga: Guru Besar UGM: Ini 9 Senyawa Meningkatkan Sistem Imun saat Pandemi

Hal itu diungkapkan dr. Hakim ketika memberikan tanggapan mengenai uji klinik fase tiga vaksin Covid-19 yang kini tengah dilaksanakan di tanah air.

Ditekan dengan upaya pencegahan

Menurutnya, negara-negara yang sukses menahan laju peningkatan kasus Covid-19, seperti China sendiri, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Taiwan.

Negara-negara itu bisa menekan peningkatan kasus dengan upaya-upaya pencegahan penularan yang dilaksanakan dengan baik dan disiplin.

Adapun hal-hal yang harus dilakukan ialah tindakan pencegahan seperti isolasi kasus, contact tracing dan karantina, penjarakan fisik, memakai masker, cuci tangan, dan karantina komunitas (lockdown).

Terkait vaksin asal China itu, menurut dr. Hakim tidak bisa diklaim ini akan efektif digunakan nantinya, sebab perlu menunggu hasil uji klinisnya.

"Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa vaksin yang sedang diuji klinis saat ini pasti akan efektif dan sudah pasti menjadi pilihan untuk diedarkan. Ini kesimpulan yang terlalu dini," katanya.

Banyak kandidat vaksin gagal

Dikatakan, kandidat vaksin yang sudah masuk ke uji klinis fase 3 tidak menjamin bahwa uji klinisnya akan berhasil. Sebab, banyak kandidat vaksin yang sudah menjalani uji fase 3 namun gagal karena ternyata terbukti tidak efektif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X