Kompas.com - 05/10/2020, 15:30 WIB
Ilustrasi remdesivir SHUTTERSTOCK/Tobias ArhelgerIlustrasi remdesivir
|

KOMPAS.com - Saat ini, salah satu obat sedang ramai diperbincangkan. Yakni Remdesivir. Sebab, obat itu telah mendapatkan persetujuan izin edar dari BPOM.

Tentu untuk digunakan sebagai salah satu obat yang dapat diberikan pada pasien Covid-19 di tanah air.

Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., remdesivir tidak bisa didapat secara bebas di pasaran.

Dikatakan, obat ini diberikan izin edar dalam bentuk 'Emergency Use Authorization (EUA)'. Artinya, izin penggunaan obat diberikan secara darurat karena belum ada obat Covid-19 yang definitif dan disetujui.

Baca juga: Implementasikan OBE, 2 Prodi UGM Raih Akreditasi Internasional

"Bukan keadaan darurat karena pasien dalam kondisi darurat," ujar Prof. Zullies seperti dikutip dari laman UGM, Senin (5/10/2020).

Persingkat penyembuhan

Dijelaskan, obat langsung didistribusikan ke rumah sakit dan tidak tersedia di apotik. Obat ini dalam beberapa bulan terakhir dipakai dalam uji coba yang dilakukan oleh WHO.

Sejumlah negara juga menggunakan obat tersebut dan hasilnya menunjukkan adanya efektivitas yang baik saat digunakan dalam pengobatan pasien Covid-19. Pemberian remdesivir mampu mempersingkat masa penyembuhan pada pasien Covid-19.

"Remdesivir merupakan obat antivirus. Dulu dikembangkan untuk mengatasi virus-virus RNA dan pernah dicobakan saat ada wabah Ebola dan MERS," imbuhnya.

Remdesivir sendiri adalah senyawa analog (mirip) dengan adenosine dan bisa menyusup ke dalam rantai RNA. Obat ini bekerja dengan menghambat replikasi virus dalam tubuh.

Namun untuk keunikan dari remdesivir adalah prodrug dimana obat akan mengalami perubahan menjadi zat aktif ketika sudah berada dalam tubuh pasien.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X