Kompas.com - 10/10/2020, 09:30 WIB
Guru SMPN 2 Mempura melakukan pembelajaran door to door di rumah peserta didik berkebutuhan khusus. DOK. SMPN 2 MEMPURAGuru SMPN 2 Mempura melakukan pembelajaran door to door di rumah peserta didik berkebutuhan khusus.

“Tantangan terbesar adalah kepedulian orang tua terhadap PJJ yang sedang kita laksanakan. Perhatian dan peran serta orang tua dalam mendampingi siswa ABK sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang siswa,” imbuhnya.

Terlebih pada kondisi keluarga salah satu dari 8 siswa berkebutuhan khusus di sekolahnya yang mengalami perpecahan atau broken home.

“Hal ini (broken home) yang diduga kuat menyebabkan ananda (anak) tidak peduli dengan dunia luar. Misalnya tidak peduli dengan pelajaran di sekolah, tidak mempan dinasihati atau pun dimarahi orang tuanya,” jelas Ranti.

Baca juga: Nadiem Sarankan Sering “Nyontek” Antara Guru untuk Hadapi Pandemi

Penerapan metode pengajaran ABK

Pengajaran bagi siswa berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan peserta didik pada umumnya.

Dalam materi pembelajaran ABK semasa pandemi Covid-19, Ranti menerapkan manajemen MAU atau Mengondisikan, Aktifkan, dan Umpan balik dan MIKIR atau Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi.

“Secara konsep sebenarnya pembelajaran aktif tetap bisa ditujukan untuk ananda ABK. Meski dengan berbagai penyesuaian. Hanya dalam pelaksanaannya, kita harus lebih banyak memberikan motivasi dan bimbingan secara langsung,” tuturnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memaksimalkan pengajaran saat pandemi, Ranti pun menanyakan kondisi salah satu siswa dengan keistimewaan suka menyendiri dan lamban dalam belajar yang bernama Aidil Fitriansyah.

“Saya memulai pembelajaran dengan menanyakan ke Aidil, kenapa tidak merespons sama sekali di WA group. Saya juga berdiskusi dengan orang tuanya. Setelah mengetahui persoalannya, saya mulai menyampaikan materi pelajaran,” ujarnya.

Saat ada di rumah Aidil, Ranti pun menanyakan materi seni rupa yang sudah Aidil pelajari sebelumnya.

Akan tetapi, Aidil tidak bisa menjawab satu pun pertanyaan dari Ranti sehingga ia pun menjelaskan pelajaran seni rupa kembali.

Pertama, Ranti mengajak Aidil untuk mengenal barang-barang yang ada di rumahnya dalam menerapkan tahap mengalami.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.