Kompas.com - 20/10/2020, 10:24 WIB
Ilustrasi minyak bumi ShutterstockIlustrasi minyak bumi
|

KOMPAS.com - Selama ini, sumber energi yang digunakan manusia berasal dari fosil, batu bara, minyak bumi, dan gas bumi.

Jika digunakan atau diambil terus menerus maka sumber energi itu akan habis. Padahal, sumber energi itu tak dapat diperbarui.

Karena itu mendorong Dr. Martomo Setyawan, S.T., M.T., dosen Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan penelitian. Bahan yang diteliti juga tak biasa.

Melansir laman resmi UAD, Senin (19/10/2020), Martomo meneliti microalga. Tumbuhan yang dianggap liar dan mengganggu jika dikembangkan ternyata dapat menjadi bahan energi terbarukan.

Baca juga: Kerja Depan Komputer? Ini Tips Mata Sehat dari Akademisi UGM

Kaya akan manfaat

Microalga yang marak dijumpai di selokan ataupun genangan air yang dianggap sebagai lumut pengganggu, ternyata kaya akan manfaat.

"Microalga termasuk tumbuhan yang mudah tumbuh hanya dengan air dan mendapatkan sinar matahari yang cukup," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, penting sekali melakukan berbagai penelitian, guna mendapatkan sumber energi terbarukan yang dapat diperbarui dan menjadi pengganti dari sumber energi yang dipakai selama ini.

Meski energi sangat diperlukan manusia, tetapi manusia juga harus menjaga lingkungan, termasuk masalah ketahanan pangan.

Untuk itulah energi dari alam harus diganti dengan energi yang dapat diperbarui, misalnya:

  • bensin dapat diganti dengan bioetanol
  • gas bumi diganti dengan biogas atau biodiesel

Pentingnya substitusi dilakukan agar bahan yang ada dapat diperbarui dan dipakai kembali. Microalga dapat menjadi solusi sebagai bahan energi terbarukan.

"Potensi microalga berupa pemanfaatan lemaknya menjadi minyak. Lemak microalga dapat diambil dengan energi yang sangat rendah sehingga jika diproduksi tetap utuh," terangnya.

Jadi solusi energi masa depan

Hanya saja, microalga sangat kecil bentuknya. Tetapi, potensi microalga ialah menjadi energi biodiesel. Jadi, dari tanaman ini dapat membantu menjaga ketahanan pangan dan lingkungan.

Microalga dapat menjadi solusi energi di masa yang akan datang. Selain itu, budidaya microalga tidak membutuhkan lahan yang besar, bahkan lahan tidak produktif juga dapat digunakan.

"Kami selalu mengajak siapa pun untuk senantiasa eksplorasi dari berbagai permasalahan yang ada di masyarakat," katanya.

Baca juga: Ini Tips Lancar Hadapi Wawancara Kerja dari Akademisi Unair

"Mari mencoba menggali solusi dengan berkolaborasi bersama dibidang ilmu lainnya, tentu dalam mewujudkan energi terbarukan," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X