Jateng Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa SMK 2020

Kompas.com - 26/10/2020, 09:36 WIB
Jawa Tengah (Jateng) memastikan diri meraih posisi juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2020 yang digelar 18-23 Oktober 2020 dengan raihan sembilan medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu. DOK. KEMENDIKBUDJawa Tengah (Jateng) memastikan diri meraih posisi juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2020 yang digelar 18-23 Oktober 2020 dengan raihan sembilan medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu.

KOMPAS.com - Jawa Tengah (Jateng) memastikan diri meraih posisi juara umum Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2020 yang digelar 18-23 Oktober 2020 dengan raihan sembilan medali emas, sepuluh perak dan tujuh perunggu.

Posisi kedua diraih Provinsi Jawa Timur dengan sembilan medali emas, enam medali perak, dan empat medali perunggu. Selanjutnya, juara ketiga diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan perolehan delapan medali emas, tiga medali perak, dan sembilan medali perunggu.

"LKS merupakan sarana merangkai mimpi, mengasah keterampilan, sekaligus membangun kepercayaan diri, relasi, serta kemandirian," ujar Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto melalui virtual pada saat menutup acara di Bandung, pada Jumat (23/10/2020).

Ia berharap gelaran LKS SMK 2020 tidak sekadar menjadi kompetisi tahunan namun juga menjadi sarana bersama memerdekakan diri dari belenggu keterbatasan menjadi bangsa lebih mandiri dalam menghadapi tantangan yang semakin berat di masa depan.

Baca juga: Penutupan FIKSI 2020, Mendikbud: Siswa Tetap Kritis dan Kreatif di Tengah Pandemi

Mandiri dalam belajar

Wikan mengungkapkan, dalam melahirkan karya suatu bangsa baik produk teknologi, fesyen, seni, industri kreatif, produk kuliner, dan lainnnya lahir dari siswa-siswi Indonesia terutama SMK.

Dia juga mengatakan menjadi juara LKS bukan tujuan akhir bagi siswa SMK tetapi para peserta ke depan dituntut untuk menghasilkan produk yang mampu merajai pasar global.

"Kalau kita masih menjadi penikmat drakor (drama korea), kalau kita masih menjadi penikmat film-film kartun dari luar negeri, kalua kita masih menjadi pengimpor alat-alat teknologi, maka kelak adik-adik (siswa SMK) yang akan membalikkan itu semua, karya adik-adik (siswa SMK) akan digunakan oleh orang sedunia," tutur Wikan.

Menjadi juara, lanjut Wikan, adalah satu hal, sementara menjadi merdeka untuk lebih mandiri dalam belajar dan berkarya adalah hal lain yang bisa menciptakan multiplikasi peluang perubahan besar untuk terjadi.

Spirit perlombaan ini, kata dia, senantiasa menjiwai adik-adik supaya tetap memberikan performa dan karya terbaik, baik di sekolah, di rumah, di tempat kerja, dan di masyarakat.

"Selain itu, tetap jaga relasi dan kolaborasi. Rekan sekolah, guru, kepala sekolah, keluarga, rekan sejawat bahkan kompetitor lain adalah bagian-bagian penting yang senantiasa saling mendukung untuk maju bersama," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X