Robot Sterilisasi Covid-19 Mahasiswa Brawijaya Juara 1 Tingkat Asia

Kompas.com - 28/10/2020, 16:06 WIB
Robot Sterilisasi Virus Covid-19 karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menjadi juara pertama di kompetisi Spirit of Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2020. Dok. Universitas BrawijayaRobot Sterilisasi Virus Covid-19 karya mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menjadi juara pertama di kompetisi Spirit of Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2020.

KOMPAS.com - Robot Sterilisasi Virus Covid-19 karya mahasiswa Universitas Brawijaya ( UB) berhasil menjadi juara pertama di kompetisi Spirit of Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2020.

Tim Apatte62 Brawijaya yang merupakan tim gabungan Teknik Mesin dan Teknik Elektro ini berhasil memperoleh Juara 1 di tingkat Asia dengan mengalahkan tim Sapuangin ITS, tim Semeru UM, serta tim dari Korea, Filipina, dan Singapura.

Spirit of Shell Eco-Marathon 2020 sendiri merupakan kategori baru pada kompetisi internasional SEM akibat pandemi COVID-19 dan terbagi dalam tiga regional yaitu Amerika, Eropa, dan Asia.

General Manager Tim Apatte 62 Biaggi Rahmat M mengatakan, karena adanya pandemi, maka SEM membuka Kategori Spirit of SEM.

Baca juga: Soul Travellers, Cerita 39 Anak Muda Indonesia Menjelajah Dunia

"Penilaian kategori ini berfokus pada empat kriteria yang meliputi kegigihan, entusiasme, empati, dan inovasi pengembangan teknologi selama pandemi,” terang Biaggi seperti dilansir dari laman UB, Rabu (28/10/2020).

Robot dapat dikendalikan dari jarak jauh

Robot Sterilisasi Virus ini merupakan hasil kolaborasi Tim bersama UB-Tech dan Satgas Covid-19 UB yang mulai dikembangkan sejak April 2020.

Robot ini bisa dikendalikan dari jarak jauh sehingga dapat menghindari kontak langsung bagi operator robotnya.

“Alhamdulillah salah satu mimpi dari tim Apatte 62 sudah terwujud, menjadi juara di kompetisi Shell Eco Marathon. Harapan ke depannya, semoga awal yang baik ini bisa meningkatkan semangat tim untuk mengembangkan teknologi kendaraan dan bisa membawa nama Universitas Brawijaya juara di kompetisi ke depannya,” ujar Biaggi.

Baca juga: Beasiswa Kuliah S1-S2 di Melbourne Australia, Senilai Rp 103 Juta

Dengan diraihnya prestasi ini, Tim Apatte 62 berharap bahwa inovasi ini dapat diproduksi secara massal dan bermanfaat untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Kami harap prestasi ini bisa meningkatkan semangat untuk tetap berprestasi dan membanggakan almamater dan Indonesia,” harap Biaggi mewakili tim.

Tak berhenti berkarya, saat ini tim Apatte 62 sedang mempersiapkan diri untuk ajang Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2020 dan juga Shell Eco Marathon (SEM) 2021 mendatang.

Tim Apatte 62 sendiri terdiri dari beberapa mahasiswa Teknik Mesin FT UB dan Teknik Elektro. Dari Teknik Mesin selain Biaggi adalah Muhammad Alfian Ambong, Calvin Fajar, Aulia Rahma Dieny, Miftah Sholahuddin, Reyhan Nabil, Irfan nadhif, Fahri Fauzan, Reza Baramardhika, Devin Anindya, Exsel Sukmajati, Rafif Ezrha Pragiwaka, dan Adji Wicaksono.

Baca juga: Lulusan S1-S2, Kemendikbud Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Kabalitbangbuk

Sementara tim UB Tech terdiri dari Bayu Abi Pamungkas (T. elektro), Nauval Aryawiratama (T. elektro), Ario Prasojo (T. elektro), Charis Maulana (T. elektro), Bram Ainur Rohman (T. elektro), Naufan Rikza Ahmada (T. elektro), Shofwan Jaharulfalah (T. mesin), dan Shanda Ismaya (T. Mesin).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X