Kompas.com - 09/11/2020, 13:13 WIB
Ilustrasi Mahasiswa DOK. PIXABAYIlustrasi Mahasiswa

KOMPAS.com – Saat hendak memilih jurusan kuliah, beberapa orangtua secara terang-terangan maupun halus mengarahkan sampai memaksa siswa untuk memilih sesuai dengan keinginan mereka.

Hal ini bisa saja terjadi karena ada jarak dalam pemikiran antara orangtua dengan anak tentang jurusan tertentu.

Rencanamu.id menyebut orangtua yang terlalu protektif terhadap anaknya dan sangat ingin terlibat dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan anak dengan istilah helicopter parents.

Baca juga: Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Pahami Dulu 5 Tips Ini

Sama seperti kegiatan helikopter yang sedang memantau, orangtua ‘helikopter’ memiliki kecenderungan untuk mengikuti dan mengawasi kehidupan anaknya.

Kondisi ini sering kali membuat mahasiswa berada pada jurusan yang salah karena harus mengikuti kemauan orangtua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Survei pada 2017 yang dilakukan oleh Indonesia Career Center Network (ICCN) menunjukkan bahwa sebanyak 87 persen mahasiswa Indonesia mengakui jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minatnya.

Meskipun memiliki dampak positif, tetapi salah jurusan juga memungkinkan mahasiswa tidak menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan tidak maksimal untuk mengejar hasil terbaik.

Ciri-ciri orangtua helikopter

Untuk mengidentifikasi apakah orangtua siswa termasuk tipe helikopter, Rencanamu.id menjabarkannya dalam beberapa poin di bawah ini.

  1. Orangtua memilihkan program studi (prodi) dan perguruan tinggi untuk anaknya.
  2. Merasa tahu karier yang tepat untuk anak.
  3. Keinginan anak kurang atau bahkan tidak didengar oleh orangtua.
  4. Ingin tahu dan terlibat dalam segala sesuatu mengenai pemilihan kampus dan prodi.

“Intinya, baik secara terang-terangan maupun secara halus, orangtua tipe helikopter akan mengarahkan bahkan menentukan pilihan prodi dan kampus,” ringkas Rencanamu.id.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.