5 Cara Agar Anak Menyukai Pelajaran IPA

Kompas.com - 14/11/2020, 10:31 WIB
Ilustrasi anak di laboratorium belajar IPA. SHUTTERSTOCK/MAMA BELLE AND THE KIDSIlustrasi anak di laboratorium belajar IPA.

Bisa juga orang tua menjelaskan mengapa hujan bisa turun, mengapa awan bisa berwarna putih dan abu-abu, serta mengapa suara petir bisa muncul. Wierman berpendapat, intinya orangtua hanya perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk menjelaskan sesuatu dari sisi sains kepada anak.

Baca juga: Mendikbud Nadiem soal Pengganti UN 2021: Tidak Perlu Bimbel Khusus

2. Membacakan buku sains untuk anak-anak

Mulailah untuk mengoleksi buku-buku yang berkaitan dengan sains. Bisa juga buku lain yang mengulas tentang hewan atau cuaca. Atau pilihlah tayangan anak yang banyak menyuguhkan eksperimen sains.

Orangtua juga bisa mengenalkan anak pada insinyur, dokter, bahkan ahli biologi. Kenalkan anak tentang asyiknya profesi tersebut, apa yang bisa dia lakukan saat dewasa, hingga alat-alat kedokteran yang bisa dia mainkan.

3. Tamasya sains virtual

Ketika sekelompok finalis Google Science Fair ditanya tentang apa yang paling memengaruhi minat mereka terhadap pelajaran sains, cukup banyak yang mengatakan “saat melakukan tamasya ke museum sains ketika masih kecil.”

Baca juga: Hari Ayah Nasional 2020, Cara Ayah Menjadi Sahabat Anak Belajar

Sejumlah museum yang bisa dikunjungi ialah Museum PP IPTEK, Planetarium, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Penerangan, dan banyak lagi.

Namun, di tengah pandemi, mengunjungi museum secara langsung bukanlah pilihan. Orangtua bisa mengunjungi museum secara virtual atau menggunakan aplikasi yang mengajarkan anak tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

4. Melalui game

Bila anak senang bermain game, arahkan dia untuk memilih game tepat untuk mendukung minatnya terhadap sains.

Salah satu game yang dinilai bisa memacu minat anak-anak sekolah dasar terhadap ilmu pengkodean ialah Minecraft. Permainan yang cukup populer ini memungkinkan anak untuk membangun sesuatu menggunakan blok bangunan virtual, termasuk belajar pemrograman selama bermain.

Baca juga: Ingin Anak Gemar Matematika? Kenalkan Konsep, Tak Sekadar Rumus

5. Orangtua juga harus berpikiran sama

Bila orangtua ingin anak menggemari pelajaran IPA, orangtuapun harus berpikiran serupa. Orangtua perlu mengubah pemikiran kalau sains adalah pelajaran yang menguras otak dan membosankan, sebab pola pikir dapat memengaruhi minat anak terhadap sains.

Tanamkan pada diri anak bahwa hal-hal kecil mengandung unsur sains. Semisal, daging buah apel yang dipotong bisa berubah warna karena adanya oksidasi.

Hindari untuk menunjukkan bahwa pelajaran IPA adalah hal sulit, karena tanpa sadar orangtua bisa “menularkan” ketakutan tersebut pada anak sebelum anak punya kesempatan untuk mengenal sains dengan cara yang lebih mengasyikkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X