Kompas.com - 15/11/2020, 14:35 WIB
Ilustrasi belajar di rumah bersama anak. ShutterstockIlustrasi belajar di rumah bersama anak.
|

KOMPAS.com - Pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh yang diikuti siswa masih banyak kendala. Tak hanya jaringan internet, tetapi pendampingan dari orang tua juga sangat berpengaruh.

Dari hasil survei Tanoto Foundation terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada 332 kepala sekolah, 1.368 guru, 2.218 siswa, dan 1.712 orang tua, berikut ini ditemukan tiga masalah utama.

Tentu masalah itu yang dihadapi orang tua dalam mendampingi anaknya selama belajar dari rumah (BDR) dalam masa pandemi Covid-19.

1. Sebanyak 56 persen orang tua yang jadi responden mengaku kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak yang duduk di bangku SD/MI dan 34 persen orang tua yang anaknya duduk di bangku SMP/MTs.

Baca juga: Bosan PJJ? Yuk Coba 22 Edugame Menarik dari Kemendikbud

2. Orang tua kesulitan menjelaskan materi pelajaran ke anak untuk SD/MI (19 persen) dan SMP/MTs (28 persen).

3. Orang tua kesulitan memahami materi pelajaran anak untuk SD/MI (15 persen) dan SMP/MTs (24 persen).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait hasil survei itu, ahli parenting dari Wellness Counselling dan Education Center, Chyntia Pedjokerto memberikan respons.

Perlunya pengaturan jadwal belajar

Menurutnya, harus ada pengaturan ulang jadwal belajar anak di rumah untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini.

"Pengaturan jadwal ini sangat penting untuk menciptakan keseimbangan antara orang tua dan anak," ujar Chyntia pada webinar tentang 'Orang Tua Sahabat Anak Belajar' oleh Tanoto Foundation, seperti dikutip dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, Jumat (13/11/2020).

Dikatakan Chyntia, dengan memiliki jadwal, orang tua bisa meminta dan menyepakati bersama sekolah untuk mendahulukan mana sistem pembelajaran yang harus diterapkan secara daring dan luring (luar jaringan atau tatap muka).

Dari jadwal tersebut orang tua dapat menganalisis kembali mana jadwal pembelajaran yang butuh pendampingan dan mandiri.

Nantinya, jika ada jadwal belajar anak, maka orang tua juga dapat mengatur ruangan belajar yang nyaman selama anak di rumah. Sehingga pembelajaran dapat berjalan secara efektif.

Sebab, perlu diingat bahwa PJJ biasanya menghabiskan waktu cukup lama, yakin dua atau tiga jam anak harus berhadapan dengan layar gawai. Tentu ini akan membuat mata sangat letih.

"Jadwal visual ini akan menolong terjadinya hal-hal yang tidak terprediksi," katanya.

Orangtua miliki waktu bersama anak

Tak hanya itu saja, adanya jadwal belajar itu, orang tua bisa memasukkan jadwal-jadwal rutin yang hilang selama pandemi ini. Misalnya berolahraga dan bersosialisasi dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan.

Baca juga: Di Era Digital, Anak Muda Harus Menangkan Persaingan Global

Selain itu, orang tua juga bisa menggantikan jadwal keluarga yang hilang, misalnya dengan memasak bersama atau melakukan kegiatan bersama di rumah untuk mengasah soft skill anak.

Dengan begitu, maka orang tua dapat memiliki waktu untuk berdiskusi dan mendengarkan masalah yang dihadapi anak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X