Jababeka Gelar Workshop Budidaya Hidroponik bagi Mahasiswa dan Pekerja Terdampak Pandemi

Kompas.com - 18/11/2020, 22:08 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Jababeka Infrastruktur, salah satu anak usaha Jababeka Group berinisiatif membuat komunitas farming bernama “Jadul” atau Jababeka Peduli dan memberikan workshop budidaya hidroponik kepada karyawan yang dirumahkan atau kehilangan pekerjaannya dan mahasiswa Presiden University.

Tujuan workshop sendiri untuk mengajak para karyawan yang terdampak Covid-19 dan mahasiswa President University yang juga berada di kota Jababeka Cikarang mencoba bertani hidroponik.

Hidroponik sendiri merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

"Sayuran dan buah yang dihasilkan melalui penanaman sistem hidroponik semakin diminati masyarakat di masa pandemi ini," Diane Damayanti, advisor PT. Jababeka Infrastruktur sekaligus pembina komunitas Jadul.

Baca juga: Sandiaga Ajak Mahasiswa Jadi Pelaku Digital Marketing Pulihkan Ekonomi

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu dimungkinkan, jelasnya, karena hasil melalui sistem hidroponik, seperti sayuran pakcoy, sawi, kangkung, atau selada, biasanya kualitasnya lebih bagus dan berkualitas.

"Oleh karenanya, biasanya, harga jualnya lebih mahal dan tentu bisa jadi penambah penghasilan untuk keluarga," terangnya dalam acara Penanaman 500 Benih Pakcoy di Media Kerangka Hidroponik di Asrama Mahasiswa President University, di Kota Jababeka Cikarang, Selasa, (3/11/2020)

Diana menambahkan bahwa memulai budidaya daya tanaman hidroponik tidak sulit. Para pemula pun bisa melakukan budi daya ini.

Workshop dan penanaman 500 benih pakcoy di media kerangka hidroponik Asrama Mahasiswa President University, Kota Jababeka Cikarang, Selasa, (3/11/2020)
DOK. JABABEKA Workshop dan penanaman 500 benih pakcoy di media kerangka hidroponik Asrama Mahasiswa President University, Kota Jababeka Cikarang, Selasa, (3/11/2020)

"Pertama, sistem hidroponik ini tidak butuh tanah, sehingga kita bisa menempatkan di area rumah kita yang kosong, bisa di teras atau pun rooftop. Kedua, tidak memakai pestisida sehingga bisa menghasilkan sayuran dan buah yang lebih sehat," ungkapnya.

Manfaat ketiga, lanjut Diana, sistem ini bisa dilakukan kapan saja tanpa mengenal musim. "Keempat, periode tanam lebih pendek dibanding dan pengendalian hama dan penyakit lebih muda," tambahnya.

Dengan kata lain, kata Diane, peluang berhasil menanam budidaya tanaman melalui hidroponik sangat besar. Jika seseorang menjadikan ini hobi, maka ia akan menjadi hobi yang menghasilkan. Sementara kalau mau diseriusi, budidaya tanaman hidroponik bisa menjadi profesi yang menjanjikan.

Baca juga: Manfaatkan Waktu Luang, Mahasiswa IPB Coba Bisnis Ini

Pasalnya, menurut Diane, budidaya tanaman hidroponik memiliki potensi cukup baik sebagai tambahan penghasil saat ini. Itu dikarenakan permintaannya yang terus meningkat.

“Permintaannya, macam-macam, mulai dari restoran, pasar, sampai pasar modern. Selain itu, kamu juga bisa menjualnya ke sosial media atau e-commerce,” terangnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.