Kompas.com - 14/12/2020, 11:12 WIB
Ilustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Orangtua perlu memahami karakteristik cara belajar anak usia 5-12 tahun. SHUTTERSTOCK/TravelpixsIlustrasi anak belajar daring, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19. Orangtua perlu memahami karakteristik cara belajar anak usia 5-12 tahun.
|

KOMPAS.com - Pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring saat ini sudah menjadi hal yang biasa. Ini karena pandemi Covid-19 mengharuskan siswa dan mahasiswa ikut PJJ.

Hanya saja, ada dinamika dalam pembelajaran daring. Bahkan terlalu lama PJJ membuat siswa merasa bosan. Tak hanya itu saja, ada dampak negatif jika terlalu lama ikut PJJ.

Terkait hal itu, Departemen Pendidikan dan Penalaran Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan Webinar Pendidikan dengan tema "Strategi Pembelajaran Daring dalam Dinamika Pendidikan di Era Literasi Digital".

Akademisi FBS Unesa Dr. Martadi, M.Sn menjelaskan, dalam pembelajaran digital beberapa orang dalam lembaga dapat dimudahkan segala pekerjaannya. Ia menyampaikan ketidaksetujuannya jika ada dua topik yang sama lalu diajarkan dosen yang berbeda.

Baca juga: Mahasiswa ITS Rancang Bangunan Karantina Berkonsep Ramah Lingkungan

"Harusnya dicari salah satu saja dosen hebat yang bisa mengajar langsung banyak mahasiswa sekaligus," ujarnya dikutip dari laman Unesa, Senin (14/12/2020).

Martadi juga mengungkapkan jika partisipasi mahasiswa penting untuk efektif atau tidaknya saat pembelajaran daring.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Di era digital ini sangat diperlukan pembelajaran yang variatif. Dengan tatap maya, guru dan siswa, mahasiswa dan dosen, semua harus bisa memanfaatkan cara belajar dimana saja dan kapan saja," jelasnya.

Seharusnya, pembelajaran daring ini sebagai pembelajaran yang melatih peserta didik untuk memecahkan berbagai masalah. Dalam pemecahan masalah, dibutuhkan pemikiran yang kritis, holistik lintas disiplin dan kreatif.

"Di sini antara para pengajar dengan siswa dan mahasiswa harus saling membantu untuk berinovasi dalam pembelajaran daring," ungkapnya.

Sementara itu, narasumber lain, Laila Syifa Rahmi, memaparkan kondisi Indonesia karena Covid-19 ini menyebabkan adanya pembelajaran daring.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.