Gong 2021, Kampus Tanpa Demarkasi

Kompas.com - 14/01/2021, 10:24 WIB
Ilustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi ShutterstockIlustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi

Hal ini dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menambah pengetahuan digitalnya dengan mengambil mata kuliah berkaitan dengan internet of things.

Ditjen Dikti pun turut berkontribusi dalam mendorong akselerasi transformasi pendidikan di sekolah dasar, salah satunya melalui program Kampus Mengajar.

Dalam program ini, mahasiswa dapat mendampingi guru dalam pemanfaatan teknologi, guna mempermudah proses pembelajaran, khususnya melalui metode pembelajaran daring semasa pandemi.

Dengan demikian, kampus tidak hanya berjalan sendiri melainkan berkolaborasi dengan mitra industri, pemain teknologi global, serta masyarakat seperti pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pembangunan desa dan kota pintar yang disinergikan melalui program Kampus Merdeka.

Pemerintah juga sudah menganggarkan pendanaan dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) demi mempercepat digitalisasi pendidikan tinggi dan mencapai pembelajaran yang berorientasi pada masa depan.

Berkenaan dengan hal tersebut, telah disiapkan dana hibah hingga Rp 500 miliar bagi kampus yang berhasil menerapkan Kampus Merdeka dan menyiapkan mahasiswanya menjadi lebih tangkas dan siap menghadapi masa depan.

Baca juga: Kampus Merdeka dan Revitalisasi Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagi keunikan dan kekuatan

Ya, selama musim pandemi Covid-19 ini, Kemendikbud melahirkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan kebijakan itu, mahasiswa diberikan kebebasan dalam memilih cara belajar dan apa yang ingin dipelajari.

Dengan semangat Mas Menteri yang tergolong milenial, pastinya ada sesuatu yang seru yang akan muncul di tahun 2021 ini. Ditambah, Mas Nadiem seorang entrepreneur dan juga founder startup, pastinya semangatnya juga semangat pertumbuhan startup, sangat cepat!

Patokan pertumbuhan di startup itu berbeda dengan perusahaan konvensional. Kalau di perusahaan konvensional, 10-30 persen itu dicapai dalam hitungan tahun, tapi kalau di startup, standar pertumbuhannya per bulan.

Tapi, apa kemungkinan terobosan lain yang akan diluncurkan oleh Mas Menteri kali ini?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X