Gong 2021, Kampus Tanpa Demarkasi

Kompas.com - 14/01/2021, 10:24 WIB
Ilustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi ShutterstockIlustrasi mahasiswa, kampus, universitas, perguruan tinggi

Melihat kampus di beberapa daerah di luar Pulau Jawa yang sudah "dipaksa" siap menggunakan teknologi internet dan digital, maka memaksimalkan pemanfaatan teknologi inilah yang seharusnya menjadi keutamaan.

Saat ini semua pembelajaran di universitas mayoritas berlangsung secara daring. Berarti tidak terbatas ruang dan waktu.

Dengan semangat digital dan gotong-royong dari Sabang sampai Merauke, sangat dimungkinkan kita memiliki sistem pembelajaran yang "borderless", tanpa batas atau tanpa garis demarkasi.

Tidak ada border antar-universitas, dan setiap mahasiswa bisa mengambil mata kuliah apa pun di kampus mana pun yang mereka mau.

Mahasiswa di kampus A, misalnya, bisa mengambil mata kuliah di kampus B dengan materi yang diambil sesuai dengan kebutuhan mahasiswa tersebut.

Bayangkan saja, apabila kekuatan setiap universitas di Indonesia yang punya keunikan dan keunggulan yang berbeda-beda bisa saling berbagi sumber ilmu, maka Indonesia akan mempunyai limitless education resources atau sumber daya pendidikan tak terbatas.

Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan pengembangan teknologinya, Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan kekuatan di bidang pertaniannya, Universitas Telkom dengan teknologi komunikasinya, Universitas Multimedia Nusantara dengan penguasaan literasi medianya, dan Universitas Agung Podomoro dengan kekuatan industri "real estate" dan kewirausahaannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sebelumnya universitas-universitas itu terpisah, seakan-akan berjalan sendiri-sendiri, dengan teknologi digital, internet, dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sangat dimungkinkan saling berkolaborasi dan bisa menjadi kekuatan besar, "borderless higher education" atau pendidikan tinggi tanpa batas.

Baca juga: Kebijakan Kampus Merdeka, Decoupling atau Recoupling Perguruan Tinggi?

Kampus tanpa demarkasi

Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia, memang untuk bekerja sama antar-kampus sepertinya membutuhkan waktu tidak sebentar. Proses lebih administratif terkadang lebih memberatkan daripada kegiatan inti, yaitu proses transfer ilmunya.

Di masa pandemi sekarang ini, sepertinya tidak ada kendala lagi karena Kemendikbud bisa menjadi hub (penghubung) di antara universitas dan sekolah tinggi yang ingin berkolaborasi secara instan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X