Tinggalkan Zona Nyamanmu dan Raihlah Beasiswa

Kompas.com - 21/01/2021, 11:02 WIB
Penerima beasiswa Stuned di Tilburg University DOK. STUNEDPenerima beasiswa Stuned di Tilburg University

Karenanya ia memilih berkarya di daerah asalnya. Ia percaya bahwa dengan terjun langsung ruang untuk berpikir kritis dan inovatif terbuka lebar. Dua ketrampilan yang ia dapatkan dari Belanda.

Baca juga: Beasiswa S1-S2 di Inggris, Potongan Uang Kuliah hingga Rp 192 juta

Tinggalkan zona nyamanmu!

Affan and Arie menggali dan mendapatkan ilmu Law and Technology, dan Ulil menggeluti ilmu Development and Rural Innovation. Namun bukan itu benang merahnya.

Pengalaman studi di luar negeri mengajarkan mereka untuk mampu meninggalkan zona nyaman mereka, untuk bertahan, dan tetap merancang impian mereka.

Kopi encer dari vending machine di kampus, sepeda bekas, bihun goreng rupa nasi goreng, tugas kuliah yang tak berujung, suhu dingin yang menusuk pada saat pulang dari perpustakaan kampus jam 12 malam, roti keras di pagi hari (dibandingkan dengan coto Makassar hangat), hanyalah sedikit dari cerita dan tempaan keras yang harus dihadapi.

Dalam situasi ketidaknyamanan maka ketangguhan (resiliensi) tingkat advanced untuk dapat bertahan sangat diperlukan. Tahan banting terhadap hujan, badai, salju, nilai yang ‘pas-pasan’, jurnal setebal bantal yang harus dilalap dalam semalam, rindu kampung halaman dan kelugasan orang Belanda dalam berbicara yang kadang membuat “sakitnya tuh di siniii.”

Itulah kemampuan beradaptasi. Sebuah ‘ketrampilan’ yang kadang luput dari radar kita karena kita menganggap bahwa hanya orang-orang yang pandai secara akademis lah yang dapat bertahan dan unggul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketiga alumni StuNed tersebut bukan hanya meraih gelar master di bidangnya masing-masing namun juga kualitas dan nilai-nilai serupa (common values) yang terbentuk dan terkultivasi selama mereka di Belanda yaitu kesadaran dan kemampuan untuk melihat ke depan (visioner), ke samping (impact-oriented) dan ke dalam (passion, resiliesi, dan determinasi).

Itulah gambaran dari orang-orang yang kami cari, orang-orang yang memiliki potensi tersebut dan siap untuk diasah dan ditempa dalam ‘medan pertempuran’ di Belanda.

Mereka lah orang-orang yang rela meninggalkan zona nyamannya, me’nol’kan dan mengkalibrasi egonya demi sebuah cita-cita bernama perubahan yag berdampak.

Tantangan bagi para pengelola beasiswa adalah mengenali potensi-potensi tersebut dari para pelamar beasiswa. Potensi ini harus dapat terdeteksi dari awal untuk memastikan success rate dari program beasiswa tersebut.

Potensi yang akan tumbuh subur jika disemai di tempat yang tepat.

Tidak sulit mencari kandidat yang pandai (academically), dan berkemampuan bahasa Inggris baik, namun yang sulit adalah menemukan orang pandai, berprestasi dan disertai dengan karakter kuat dan nilai-nilai yang diperlukan untuk dapat unggul di masa dimana perubahan hanyalah satu-satunya kepastian.

Selamat berburu beasiswa!

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X