Kompas.com - 25/01/2021, 09:51 WIB
Sosialisasi KLS yang digagas SEAQIL ke perguruan tinggi dan komunitas literasi secara daring pada Jumat, 23 Januari 2021. DOK. SEAQUILSosialisasi KLS yang digagas SEAQIL ke perguruan tinggi dan komunitas literasi secara daring pada Jumat, 23 Januari 2021.

KOMPAS.com - Persoalan penguatan literasi menjadi tantangan dunia pendidikan di Indonesia mengingat indikator PISA 2018 terkait hal ini masih menempatkan Indonesia di kelompok bawah pemeringkatan.

Menyadari hal ini, South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) melalui South East Asian Asian Quality Improvement for Teacher in Language (SEAQIL) menginisiasi program Klub Literasi Sekolah (KLS) guna mendongkrak kompetensi literasi siswa.

Dalam program KLS ini, SEAQIL juga menggandeng pendidikan tinggi sebagai wadah implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang telah dicanangkan Kemendikbud.

“Pembentukan KLS merupakan respons SEAQIL terhadap kebijakan Kemendikbud, yakni Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan penetapan Asesmen Nasional dengan literasi sebagai salah satu komponen penilaian," ujar Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani.

Hal ini disampaikan Luh Anik saat membuka sosialisasi KLS ke perguruan tinggi dan komunitas literasi secara daring pada Jumat, 23 Januari 2021.

Dalam kesempatan yang sama disampaikan pula rencana kerja sama (MOU dan MOA) SEAQIL dengan lima perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Al-Azhar Indonesia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kampus Merdeka, Menjawab Tuntutan Masa Depan

Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka

Deputi Direktur Administrasi, Misbah Fikrianto, mempertegas pernyataan Luh Anik bahwa KLS mendukung realisasi kebijakan Kampus Merdeka, khususnya dalam hal hak belajar tiga semester di luar program studi yang tertuang dalam Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

"Mahasiswa diberikan hak untuk mengambil kegiatan selama 3 semester diluar program studinya, termasuk didalamnya Magang Mahasiswa, pengembangan softskill, dan lainnya," jelas Misbah.

Luh Anik menambahkan, untuk Kampus Merdeka, KLS akan membuka peluang program magang bagi mahasiswa jurusan bahasa dan jurusan lain yang relevan dengan aktivitas KLS.

Luh Anik menyampaikan, pihaknya merekrut mahasiswa untuk kemudian dilatih menjadi pendamping/instruktur KLS.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.