Kompas.com - 08/02/2021, 19:18 WIB
Ilustrasi mahasiswa yang sedang mengalami masalah saat mengikuti ujian lisan. DOK. PEXELSIlustrasi mahasiswa yang sedang mengalami masalah saat mengikuti ujian lisan.
|

 

KOMPAS.com - Bagi mahasiswa tingkat akhir, mengerjakan skripsi atau Tugas Akhir (TA) menjadi sebuah kewajiban. Namun saat mengerjakan skripsi, bagi sebagian mahasiswa butuh pengorbanan hingga bercucuran air mata.

Para mahasiswa setelah menempuh sejumlah mata kuliah, dalam skripsi inilah mahasiswa dituntut menerapkan apa yang telah mereka pelajari selama di perguruan tinggi.

Skripsi merupakan sebuah penelitian sederhana, hingga saat ini masih menjadi syarat bagi mahasiswa yang akan lulus.

Saat mengerjakan skripsi, selain harus rajin melakukan riset dan pergi ke perpustakaan, menghadapi dosen pembimbing juga harus memiliki mental baja.

Baca juga: Tetap Berprestasi Saat Pandemi, Ini 5 Tips dari Sekjen IKA ITS

Tak jarang skripsi justru menjadi momok bagi mahasiswa karena dianggap sulit dan melelahkan. Terdapat banyak rintangan dalam proses menyelesaikan skripsi di pendidikan tinggi.

Bagi kalian, mahasiswa yang sedang berjibaku mengerjakan skripsi, ada tips dari salah satu dosen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) yang bisa bikin skripsimu berjalan lancar dan selesai tepat waktu.

Melansir laman uisi.ac.id, salah satu dosen pembimbing skripsi dari Departemen Manajemen Rekayasa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Kuntum Khoiro Ummatin menyampaikan beberapa poin yang bisa membantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.

Baca juga: Ini Dia 5 Tips Optimalkan Kuliah Online

1. Kenali passion diri sejak awal

Sebelum mengerjakan skripsi, kenali passion-mu sedari awal. Pilihlah bidang yang kamu sukai dan kuasai.

Sehingga ketika mengerjakan skripsi, mahasiswa bisa menikmati prosesnya. Memilih topik yang dikuasai juga membuat penelitianmu lebih terarah dan tidak terhenti di tengah jalan ketika terjadi suatu kendala.

2. Komunikasi dengan dosen pembimbing

Membangun hubungan yang baik dengan dosen pembimbing merupakan sebuah keharusan agar kamu nyaman ketika melakukan bimbingan. Mahasiswa harus mengkomunikasikan masalah yang dihadapi dan progres skripsi dengan dosen pembimbing.

Ketika terjadi masalah, diskusikan dengan dosen pembimbing sehingga kamu bisa memperoleh solusi yang tepat dan juga bisa mendapatkan wawasan baru.

3. Atur pengambilan data

Ketika kamu menyusun skripsi, usahakan pengambilan data dipersiapkan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga.

Misalnya saat menghadapi kendala izin perusahaan, jadwal dengan narasumber yang bertabrakan atau data rusak. Jika terjadi hal-hal tak terduga seperti ini, bisa lebih cepat teratasi jika kamu sudah mengatur jadwal dari jauh-jauh hari.

4. Temukan motivasi di sekitarmu

Yang terakhir dan juga sangat penting adalah untuk selalu merasa termotivasi. Ketika kamu mulai lelah dan putus asa dalam mengerjakan skripsi, carilah sesuatu yang bisa membuatmu kembali semangat.

Hal tersebut bisa didapatkan melalui semangat dari teman-teman maupun orang tua.

Kamu juga bisa sedikit beristirahat dan mencari kesenangan di sekitarmu. Misalnya mengerjakan hobi atau menonton film.

Baca juga: Ingin Anak Sukses di Era Digital, Ini Tips Penting bagi Orangtua

Hal-hal ini dilakukan untuk menyegarkan otak yang penat dan bisa membuat kembali semangat mengerjakan skripsi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X