Kompas.com - 15/02/2021, 16:36 WIB
Petugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes  COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
|

KOMPAS.com - Salah satu upaya mendeteksi sebaran kasus Covid-19 dengan sebanyak mungkin melakukan screening.

Baru-baru ini alat skrining temuan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, GeNose ramai diperbincangkan karena dinilai efektif dan memiliki harga terjangkau. Karena efektivitas GeNose ini pula, sekarang juga digunakan bagi calon penumpang di stasiun kereta api.

Upaya screening ini terus dilakukan di internal kampus UGM. Oleh karena itu ratusan alat GeNose juga didistribusikan ke fakultas di lingkungan UGM.

Rektor UGM Prof. Panut Mulyono menerangkan, UGM menyerahkan 20 unit Genose kepada fakultas masing-masing 1 unit alat. Dilengkapi dengan hepa filter beserta 100 kantung platik atau balon.

Baca juga: GeNose UGM Siap Dioperasikan di Enam Rumah Sakit

Bantu upaya skrining di tiap fakultas

Menurut Prof. Panut, pemberian GeNose diharapkan dapat membantu dalam upaya screening Covid-19 di lingkungan kampus UGM.

"Kita berharap GeNose bisa membantu untuk screening kegiatan luring terbatas di fakultas seperti dies, pertemuan tamu, dan lain sebagainya," kata Prof. Panut dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Senin (15/2/2021).

Sementara itu untuk mendukung pemanfaatan GeNose secara mandiri di lingkungan fakultas maupun sekolah, nantinya UGM akan memfasilitasi pelatihan pengoperasian standar GenNose di Science Techno Park (STP) UGM.

Selain itu juga diikuti dengan pelatihan pengolahan limbah medis produk GeNose.

Baca juga: Biaya Tes Rp 20.000, GeNose Dinilai Terjangkau untuk Kantong Mahasiswa

Bisa mendapat hasil yang lebih cepat

Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jamhari menyambut baik pemberian GeNose oleh universitas.

Jamhari mengungkapkan, dengan bantuan alat screening GeNose ini, setiap fakultas maupun sekolah di lingkungan UGM dapat secara mandiri melakukan screening Covid-19 dengan lebih cepat.

"GeNose yang dibagikan ini nantinya akan digunakan untuk screening Covid-19 untuk kegiatan-kegiatan spesial dan juga sebagai bentuk persiapan menghadapi perkuliahan kombinasi daring-luring nantinya," ungkap Dr. Jamhari.

Jamhari menambahkan, sebelum dibagikan alat screening GeNose dari pihak universitas, selama ini proses screening di lingkungan fakultas dilakukan di luar kampus.

Baca juga: UGM: Masyarakat Jangan Terjebak Beli GeNose di Situs Belanja Online

"Hasilnya pun baru diperoleh dalam waktu beberapa hari sehingga menimbulkan kecemasan," imbuh Jamhari.

Dengan memiliki GeNose, lanjut Jamhari, pihak fakultas dapat melakukan screening dengan lebih cepat. "Diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi sivitas akademika di lingkungan fakultas," urai Jamhari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X