Kompas.com - 27/02/2021, 16:22 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|

KOMPAS.com - Seringkali, kita melihat ada anak balita yang bertubuh padat dan gempal. Karena saking gemasnya, kita langsung reflek untuk mencubit lembut pipi lucu si anak.

Tetapi, apakah Anda paham bahwa anak dengan berat badan berlebih itu tidak selamanya dikatakan sehat. Lantas, seperti apa anak yang sehat itu?

Seperti disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahwa anak dengan berat badan berlebih ternyata memiliki potensi lebih besar mengalami obesitas.

Untuk itu sebagai orang tua, sudah sewajarnya kita benar-benar mengawasi pola makan dan tumbuh kembang anak, agar memiliki berat badan yang ideal.

Baca juga: Bingung Tangani Permasalahan Anak Usia Dini? Begini Peran Orangtua

Jika anak memiliki kelebihan berat di sepanjang usia anak-anak hingga remaja, maka memiliki kecenderungan depresi lebih besar, jantung koroner, asma dan lainnya.

Kenaikan dramatis obesitas pada anak, selain faktor biologis biasanya disebabkan beberapa faktor, seperti:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • kurangnya aktivitas fisik
  • menghabiskan waktu menonton TV
  • bermain gawai
  • tidak membatasi jumlah makan pada anak

Karena itu, agar anak tidak mengalami obesitas, berikut 4 tips cegah obesitas pada anak. Informasi dirangkum dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud, Kamis (25/2/2021).

1. Mencari informasi yang lengkap tentang nutrisi untuk anak

Orang tua tentu harus mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan oleh anak. Serta porsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

2. Membatasi bermain gawai, komputer, hingga menonton TV

Menonton TV di jam makan berkorelasi meningkatnya obesitas pada anak.

Karena anak akan lebih suka makan camilan dan kudapan. Selain itu bermain gawai dan menonton tv membuat tubuh tidak aktif.

3. Ajaklah anak Anda bermain sambil memasak

Dengan aktivitas memasak, dapat menjadi cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak, untuk memberitahukan contoh makanan sehat dan nutrisinya.

Bahkan dengan cara tersebut merupakan suatu sarana mengintegrasikan pembelajaran bermuatan STEAM pada anak.

Baca juga: 4 Prinsip Gizi Seimbang bagi Anak Usia Dini

4. Menyempatkan bermain sambil berolahraga bersama anak

Untuk merangsang anak lebih aktif, Ayah dan Bunda dapat mengajak anak bermain dengan aktivitas fisik. Seperti lompat tali, mengayuh sepeda, menari dan lain sebagainya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.