Kompas.com - 04/03/2021, 10:00 WIB
Petugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes  COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAPetugas memasukkan kantong berisi CO2 milik calon penumpang kereta api untuk dites COVID-19 dengan GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (4/2/2021). PT Kereta Api Indonesia akan menggunakan GeNose C19 untuk tes COVID-19 bagi para calon penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai Jumat (5/2/2021). Hasil tes tersebut kemudian menjadi dokumen syarat perjalanan para penumpang KA. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

KOMPAS.com- Universitas Jember (Unej) sudah membeli dua alat GeNose C19 untuk screening di kampus.

"Kami sudah membeli dua alat GeNose C19, perangkat pendeteksi virus corona melalui embusan napas sebagai alat untuk penapisan bagi keluarga besar Unej di lingkungan kampus," kata Rektor Unej Iwan Taruna, dilansir dari laman resmi unej.ac.id

Ia mengatakan, keberadaan dua perangkat GeNose C19 akan ditempatkan di Universitas Jember Medical Center (UMC) dan akan diikuti dengan pengadaan alat serupa di masing-masing fakultas.

Dengan adanya alat tersebut, lanjut dia, setiap dua minggu sekali, dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa yang ada di kampus akan diperiksa kondisinya dengan GeNose C19.

Baca juga: Djarum Buka Beasiswa Mahasiswa D4-S1, Tunjangan Rp 1 Juta Per Bulan

Dengan begitu, bisa menjadi cara deteksi dini untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran covid-19 di Unej.

"Jika warga kampus sehat dan bebas covid-19, maka perekonomian warga Jember juga akan kembali berjalan normal, karena 70 persen mahasiswa Unej berasal dari luar Jember yang membutuhkan tempat tinggal dan makan," tuturnya.

Ia menjelaskan cara kerja GeNose C19 adalah mendeteksi senyawa organik bernama volatile organik compound (VOC) hasil proses metabolik virus covid-19 di dalam tubuh melalui embusan napas.

Alat screening GeNose C19 temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut sudah diakui banyak pihak dan tingkat akurasinya bisa mencapai 95 persen.

Di samping itu, pengujiannya hanya membutuhkan waktu maksimal tiga menit.

Baca juga: Ikut Kampus Mengajar, Mahasiswa Dapat Uang Saku Bulanan dan Bantuan UKT

Dengan alat itu, ia berharap mampu meminimalkan penularan covid-19 di Kampus Unej di Tegalboto selama proses kekebalan komunitas belum terbentuk di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X