Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Hari Perempuan Internasional, dari Margaret Thatcher ke Ibu Guru Sairah

Kompas.com - 08/03/2021, 17:25 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Siswa mungil telah menjadi siswa kelas tinggi, minta izin di persimpangan jalan memisahkan diri untuk berani menyebangi kali kecil bersama yang lain agar lebih dahulu sampai ke sekolah.

Sairah telah terlebih dahulu mengembangkan dan membentuk kecerdasan afektif: sikap empati terhadap kawan yang kesusahan, disiplin agar tidak ditinggal rombongan, saling menghargai seperti sabar menunggu giliran dan kebersamaan.

Pembentukan pola perilaku sosial melalui sikap simpati, berbagi, bekerja sama dan mandiri melalui pemodelan dan learning by doing sudah dilakukan dalam perjalanan pulang dan pergi sekolah selama bertahun-tahun.

Sairah hampir tidak pernah dikenal. Hanya ada dalam memori murid-murid yang menyayanginya.

Mengamati perilaku murid kelas rendah di desa dipinggiran Sungai Batanghari teringat akan sosok Ibu Guru Sairah. Perjuangan Ibu Sairah semakin menginspirasi untuk berusaha menjadi lebih baik.

Baca juga: Makna #ChooseToChallenge yang Jadi Tema Hari Perempuan Internasional

Bahasa Ibu, "jembatan awal" pendidikan

Ini baru potret awal menjelang pembelajaran di sekolah yang dilakukan Ibu Sairah. Hanya bagian kecil dari awal tugas pokoknya. Ibu Sairah sudah terlebih dahulu "mencuri start" dalam pembelajaran.

Dia sudah mulai proses pembelajaran di perjalanan sebelum proses pembelajaran di sekolah dimulai. Berbicara "mencuri start" ada yang luput dari pandang mata yaitu Ibu dan Bahasa Ibu.

Pemerintah mencanangkan bahasa ibu dapat digunakan di kelas rendah/awal.

Penggunaan bahasa ibu ini membantu dan memberikan kemudahan pada anak penutur tunggal yang belum fasih menggunakan bahasa resmi negara yaitu bahasa Indonesia untuk memahami pelajaran sesuai dengan usianya.

Bahasa ibu dapat menunjang inklusivitas dalam pendidikan. Bahasa ibu dapat menjembatani proses pembelajaran dan penyampaian materi secara multilingual untuk kelas awal bagi anak-anak penutur homogen menuju transisi penggunaan bahasa resmi dalam pembelajaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.