Kompas.com - 23/03/2021, 13:19 WIB
Cover buku Elon Musk. DOK. GramediaCover buku Elon Musk.
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

Penulis: Diana Hayati | Editor: Komik Pendidikan - Elex Media Komputindo

KOMPAS.com - Inilah pesan yang disampaikan oleh Elon Musk, salah satu orang terkaya di dunia yang menjadi sosok di balik keberhasilan mobil listrik Tesla dan perusahaan transportasi antariksa SpaceX.

Pesan itu tampaknya cukup menjelaskan bagaimana perjuangan Elon Musk dalam merintis bisnisnya yang penuh dengan kegagalan.

Baca juga: Protokol Destinasi, Panduan Pemulihan Wisata Indonesia

Hingga kini, dia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai pengusaha yang tidak bisa dianggap sebelah mata.

Namun siapa sangka, pengusaha inovatif dan kaya raya ini dahulu adalah seorang kutu buku yang pernah menjadi korban bullying teman-teman sekolahnya.

Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan, tanggal 28 Juni 1971.

Elon Musk merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.

Ayahnya yang seorang insinyur asal Inggris, sedangkan ibunya berasal dari Kanada.

Masa kecilnya sangat dekat dengan buku. Dia selalu mengisi waktu luangnya dengan membaca berbagai jenis buku, mulai dari novel, sejarah, hingga sains.

Akan tetapi, masa-masa sekolah tidak selalu menyenangkan bagi Elon Musk. Orang tuanya bercerai di saat dia baru berusia 9 tahun.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X