Sekretaris Ditjen Dikti: Perguruan Tinggi Jadi Lokomotif Penurunan Angka Stunting

Kompas.com - 07/04/2021, 14:08 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani dalam webinar Kedaireka Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia?, Kamis (1/4/21).
DOK. DITJEN DIKTISekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani dalam webinar Kedaireka Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Mengatasi Stunting di Indonesia?, Kamis (1/4/21).

“Maka dari itu mari singsingkan lengan baju kemudian turun ke lapangan berikan apa yang bisa kita berikan kepada negara dan perangi stunting dengan kolaborasi melalui Kedaireka," ajak Paristiyanti.

"Jika ada hal yang harus dikomunikasikan dikolaborasikan dan disinergikan datanglah ke Kedaireka Ditjen Dikti Kemendikbud,” tambah Paristiyanti.

Perhatian khusus perguruan tinggi

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Eksekutif TNP2K Setwapres, Suprayoga Hadi mengatakan wakil presiden telah membentuk Tim Pencegahan Percepatan Anak Kerdil (Stunting).

Hadi pun memberikan apresiasi atas upaya kolaborasi yang dilakukan Ditjen Dikti Kemendikbud melalui Kedaireka untuk mengatasi permasalahan ini.

“Tanggung jawab bersama ini sudah sepatutnya diapresiasi karena teman-teman di perguruan tinggi sudah perhatian terhadap upaya penurunan kasus stunting secara kolaboratif dengan pihak-pihak lain,” ujar Hadi.

Baca juga: Kaleidoskop Kemendikbud 2020: Ada Kemah Virtual Pertama di Dunia dan Platform Kolaborasi Kedaireka

Hal senada disampaikan Abdul Razak Thaha, Ketua Umum Institut Gizi Indonesia,  yang menyampaikan pengalamannya bekerja sama dengan beberapa universitas yang memang memfokuskan risetnya dalam penanganan stunting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, upaya ini dilatarbelakangi karena dalam penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Selain itu keterlibatan berbagai sektor seperti akademisi dan pakar juga sangat diperlukan,” pungkasnya.

Turut hadir pula dalam webinar ini, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2010 – 2011, Fasli Jalal, Tim Kerja Akselerasi Reka Cipta Ditjen Dikti, Ade Kadarisman, pimpinan perguruan tinggi Indonesia, serta pimpinan LLDikti di seluruh Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.