Kompas.com - 16/04/2021, 13:19 WIB
Relawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation di Sumba Timur Dok. Universitas PertaminaRelawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation di Sumba Timur

KOMPAS.com - Sepekan setelah banjir dan badai yang melanda Sumba Timur, saat ini beberapa wilayah dilaporkan masih terisolasi, seperti Desa Maidang, Kecamatan Kambata Mapambuhang, 45 km dari Kota Waingapu. Jembatan yang membentang di atas sungai Maidang, hancur diterjang banjir.

Relawan mitra Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation, Akhmad Zaeni mengatakan sekitar 100 kepala keluarga di wilayah Maidang, saat ini terisolir akibat putusnya jembatan.

"Sehingga bantuan pangan dan obat-obatan sulit menjangkau mereka. Sejauh ini baru ada bantuan dari pemerintah berupa beras 1,25 ton bagi 225 kepala keluarga. Warga masih sangat membutuhkan bantuan," ujar Akhmad melalui wawancara daring, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Ini Biaya Kuliah di Universitas Indonesia 2021 Program S1 Reguler

Sekitar 90 persen lahan pertanian warga seluas 30 hektar, lanjut Zaeni, juga hancur terendam lumpur. Padahal mata pencarian warga utamanya dari bertani. Akibatnya mereka terancam gagal panen, sehingga warga tidak memiliki sumber pendapatan.

Kepedulian untuk sesama

Pertamina Peduli melalui Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation dan bekerja sama dengan relawan lokal memberikan bantuan bagi warga Desa Maidang.

Bantuan dikirimkan kepada warga melalui jalan darat dan sungai. Karena jalur ke Maidang berupa tanjakan terjal, hanya bisa dilalui kendaraan roda empat 4x4.

Dua mobil angkut sembako, satu mobil angkut alat kebersihan dan satu mobil membawa tim kesehatan, bertolak ke Desa Maidang pada Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Indofood Buka Lowongan Kerja 2021 untuk Lulusan SMA/SMK-S1

Setibanya di lokasi air terjun Lakolat yang bercabang ke tiga sungai, bantuan diseberangkan manual ke desa dengan rakit dari batang pisang.

"Sesuai pendataan kebutuhan, kami memberikan bantuan yang mendesak diperlukan warga. Yaitu berupa bantuan pangan terdiri dari beras, minyak goreng, ikan asin, garam dan biskuit," kata Roby Hervindo, Sekretaris Universitas Pertamina.

Roby menambahkan, selain kebutuhan pangan, akses kesehatan juga sangat dibutuhkan warga. Dengan terputusnya jembatan, warga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

Sementara itu, Agus Mashud, President Director Pertamina Foundation yang memimpin pelaksanaan bantuan bagi korban bencana, menekankan pentingnya perhatian penanganan pasca bencana.

"Warga Sumba Timur praktis kehilangan mata pencarian akibat bencana banjir dan badai seroja. Ternak dan tanaman pertanian sirna dihantam banjir. Wilayah lain yang tidak terdampak langsung oleh banjir, ikut menderita akibat jebolnya bendungan. Sehingga mereka tidak bisa mengairi lahan pertaniannya," tutur Agus.

Selain di Desa Maidang, Pertamina Peduli melalui PFbangkit Pertamina Foundation telah menyalurkan bantuan pangan dan obat-obatan di sembilan lokasi sekitar kota Waingapu. Di antaranya Kampung Reja, Desa Prailiu, Desa Mauliru, Kambaniru, Palindi, Kaiku dan tempat pengungsian di Gereja Kristen Sumba.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X