Siapkan Kuliah Tatap Muka, UAJY dan 4 Kampus Yogyakarta Gelar Vaksinasi Massal

Kompas.com - 17/04/2021, 09:24 WIB
Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Thomas Aquinas UAJY, Yogtakarta, Kamis (15/4/2021). DOK. UAJYUniversitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Thomas Aquinas UAJY, Yogtakarta, Kamis (15/4/2021).

KOMPAS.com - Jelang mempersiapkan kuliah tatap muka, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Institut Teknik Nasional Yogyakarta (ITNY), Universitas Proklamasi 45 (UP 45), Stikes Wirahusada, serta Poltekkes BSI mengadakan vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Thomas Aquinas UAJY, Yogtakarta, Kamis (15/4/2021).

Penyelenggaran vaksinasi ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Vaksinasi diikuti sekitar 1.200 peserta terdiri dari dosen, karyawan, dan purna tugas dari lima perguruan tinggi. Selain itu sebanyak lebih kurang 150 warga lansia di Dusun Kledokan dan Tambakbayan Babarsari, juga turut disertakan sebagai penerima vaksin.

Rektor UAJY, Prof. Yoyong Arfiadi dalam sambutan pembukaan seremoni vaksinasi massal mengungkapkan tujuan kegiatan ini untuk mendukung upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di antara masyarakat Indonesia.

Baca juga: Matangkan Kuliah Tatap Muka, Undip Lakukan 3 Cara Ini

“Selain itu dari sisi perguruan tinggi, sesuai dengan keputusan bersama 4 menteri yaitu; Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri, dan Kemenkes. Saya kira pemerintah akan mulai membuka kegiatan perkuliahan bagi perguruan tinggi dalam waktu dekat, sehingga bagi kita ini adalah salah satu persiapan kita untuk kegiatan tersebut,” jelas Prof. Yoyong.

Selain itu, UAJY juga merencanakan untuk membuka proses belajar mengajar secara daring dan luring terbatas.

“Jadi kalau kebijakan sudah bisa dibuka maka akan segera dimulai. Walaupun demikian kami akan melaksanakannya dengan prinsip fleksibilitas, baik bagi dosen dan juga bagi mahasiswa," ungkapnya.

Lebih jauh Rektor UAJY menjelaskan, rencananya akan ada dua macam kelas. Pertama, bagi dosen dan mahasiswa yang belum memungkinkan untuk melaksanakan kelas secara luring, maka akan diselenggarakan kelas secara daring.

"Sedangkan bagi mahasiswa yang sudah dapat datang ke kampus, maka dapat mengikuti kelas luring terbatas,” ujar Yoyong.

Dalam kesempatan sama, Kabid Pencegahan, Pengendalian, dan Penyakit Dinkes Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni, mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X