Kompas.com - 19/04/2021, 10:51 WIB
Habibah sedang belajar teknik menggambar melalui sambungan internet di kamarnya yang hatus selalu terjaga suhunya. Habibah menderita Epidermolysis Bullosa (EB) dan ibunya Leni Haini (44) mantan atlet kelas internasional asal Jambi terus menyemangati anaknya, begitu pun sebaliknya. KOMPAS.COM/JAKA HBHabibah sedang belajar teknik menggambar melalui sambungan internet di kamarnya yang hatus selalu terjaga suhunya. Habibah menderita Epidermolysis Bullosa (EB) dan ibunya Leni Haini (44) mantan atlet kelas internasional asal Jambi terus menyemangati anaknya, begitu pun sebaliknya.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Sebagian masyarakat Indonesia tentu familiar atau akrab dengan hasil gambar pemandangan anak-anak sekolah berupa gunung dengan hamparan sawah dan jalan raya.

Atau bahkan, kamu semasa sekolah juga pernah menggambar hal serupa?

Sejak anak berada di PAUD, biasanya sudah diberi kesempatan untuk menggambar bebas.

Dengan membiarkan anak menggambar bebas, hal ini bisa mengasah kreativitas dan membiarkan anak berimajinasi kemudian dituangkan dalam bentuk gambar di atas kertas.

Dalam acara Sapa Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Iwan Syahril sempat membagikan buku yang sedang dibacanya. Yakni, gubahan Mohammad Sjafei.

Baca juga: Ingin Jadi Peneliti Luar Angkasa? Prodi Ini Bisa Jadi Pilihan Lho 

Bebaskan anak saat menggambar

Terdapat dua buku yakni berjudul 'Pendidikan MOHD. SJAFEI INS KAYUTANAM' dan 'Arah Aktif: Sebuah Seni Mendidik Berkreativitas dan Berakhlak Mulia'.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut kami kutipkan pemikiran Engku Sjafei dari buku 'Arah Aktif: Sebuah Seni Mendidik Berkreativitas dan Berakhlak Mulia:

Tujuan utama dari pelajaran menggambar adalah keaktifan. Baik dalam mencipta (kreatif) maupun dalam merasa (emosi). 

Baca juga: Trakindo Buka Lowongan Kerja bagi D3-S1 Fresh Graduate

Dengan jalan menyalin gambar orang si anak diasuk ke arah reproduktif (mengulang) tidak ke arah produktif (mengadakan).

"Mohammad Sjafei atau Engku Sjafei ini sangat senang sekali menggunakan kata aktif kreatif. Jadi ini salah satu pokok pikiran dari Engku Sjafei. Beliau berkata dari beberapa kutipan dalam buku tersebut, Bangsa Indonesia harus diaktifkan," kata Iwan seperti dikutip dari akun Instagram Ditjen GTK Kemendikbud, Minggu (18/4/2021).

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.