Kompas.com - 08/05/2021, 15:00 WIB
Promo Survei Gramedia DOK. GramediaPromo Survei Gramedia

Namun sayang, tidak ada keadilan yang ia dapatkan. Kisah perempuan yang dilecehkan merupakan hal yang sering dan banyak terjadi di dunia ini. Sering kali, korban pelecehan harus menanggung akibat alih-alih pelaku. Padahal, korban pelecehan haruslah mendapat dukungan keadilan juga dukungan psikologisnya.

Melalui kisah ini, Cho Nam Joo dan Sojin berharap pada perempuan yang mendapatkan pelecehan untuk terus berjuang dan maju. Memang tidak mudah, tetapi yakinlah jika terus diperjuangkan perempuan yang mengalami pelecehan pasti mendapat keadilan.

Ada pula kisah mengenai Eun Soon yang berumur 29 tahun. Ia selalu dinasihati keluarganya karena ia belum juga menikah. Ia pun sering disuruh cepat menikah oleh teman-temannya yang lebih dahulu menikah dan punya anak. Namun, Eun Soon lebih suka bekerja dan ia belum memikirkan pernikahan. Ya, kisah-kisah dalam Her Name Is... ini memang ditujukan untuk menguatkan perempuan.

Baca juga: Buku Minggu Ini: 5 Pilihan Adult Coloring Book Pengurang Stres

Buku ini juga menunjukkan bahwa kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan ada dan nyata. Keberadaan buku ini bisa menjadi pengingat bahwa sesama perempuan harus saling mendukung dan menguatkan. Tanpa perlu ikut menyalahkan atau memberi komentar tidak baik.

Perempuan adalah perempuan

Tetapi, apakah memang perempuan harus menikah di umur tertentu? Apakah menikah di umur setelah 30 tahun menjadi aib bagi perempuan? Tentu tidak. Hal ini hanya menjadi stereotip di masyarakat yang terbentuk turun-temurun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apakah perempuan itu lemah? Tidak! Perempuan itu kuat dan mampu bertahan dari banyak permasalahan. Sekarang, banyak perempuan yang membekali dirinya dengan ilmu bela diri. Banyak perempuan yang membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan dan sekolah hingga jenjang yang tinggi.

Dan ketika ada perempuan yang dilecehkan, banyak komunitas perempuan yang melindungi dan mendukung mendapatkan keadilan. Pendampingan psikolog pun dilakukan agar korban mampu melanjutkan hidup tanpa harus ketakutan dan trauma.

Perempuan sudah banyak yang menyuarakan suaranya. Ada banyak perempuan hebat yang menduduki jabatan penting dan menjadi pembuat keputusan.

Baca juga: Intip Kehidupan Geisha Lewat Menu Andalan Koki Jepang

Ada juga perempuan yang memutuskan untuk tidak menikah, juga tidak mempunyai anak. Toh, hal tersebut jika tidak dilakukan tidak akan membuatnya kehilangan identitas sebagai perempuan.

Baca kisah-kisah perempuan lainnya yang menginspirasi di: https://www.gramedia.com/products/her-name-is

Dapatkan juga voucher diskon untuk pembelian buku ini di http://bit.ly/voucher_artikel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.