Kompas.com - 18/05/2021, 13:29 WIB
|

KOMPAS.com - Beberapa bulan lagi, siswa akan memasuki tahun ajaran baru 2021/2022. Tentu, pembelajaran tatap muka (PTM) akan sangat dinantikan para siswa.

Hanya saja, PTM di sekolah tetap harus memerhatikan protokol kesehatan dengan ketat. Tentu agar terhindar dari penyebaran Covid-19.

Tetapi, tak menutup kemungkinan siswa juga akan ikut belajar daring dari rumah masing-masing.

Karena itu, siswa harus kembali belajar. Selain di depan komputer, laptop atau layar ponsel, siswa harus menata posisi tempat duduknya.

Baca juga: 5 Tips Bermain Bersama Anak

Hal ini dilakukan agar siswa nyaman ketika mengikuti PJJ. Tapi, pernahkan kamu belajar seharian tetapi pelajaran tidak menempel di otak?

Atau kamu selalu rajin belajar setiap hari, tapi ketika ujian hasilnya justru kurang bisa maksimal?

Seandainya kamu pernah mengalaminya, mungkin kamu harus mencari tahu tipe belajar seperti apa yang cocok buat kamu.

Kalau bisa, kamu harus mengganti gaya belajar yang sesuai dengan karakteristik kamu. Harapannya agar semakin nyaman dan mudah mengikuti pembelajaran.

Dirangkum dari akun resmi Instagram Pusat Penguatan Karakter Kemendikbud Ristek, berikut 3 gaya belajar setiap anak:

1. Gaya belajar pendengaran (auditory)

Adapun ciri-ciri gaya belajar ini adalah:

  • Mudah ingat dari pada yang didengar dan didiskusikan.
  • Tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut.
  • Senang dibacakan atau mendengarkan.
  • Lebih suka menulis kembali sesuatu.
  • Senang membaca dengan suara keras.
  • Pandai bercerita.
  • Lebih suka humor lisan dibanding baca buku.
  • Senang diskusi dan bicara panjang lebar.
  • Menyenangi seni musik.

Baca juga: Ini 3 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Siswa Sudah Paham?

2. Gaya belajar penglihatan (visual)

Untuk gaya belajar penglihatan pada anak yakni selalu duduk tegak dan melihat lurus ke depan atau matanya memandang ke atas saat menerima informasi. Cirinya:

  • Jika berbicara terkadang cepat.
  • Lebih mudah ingat dengan melihat.
  • Tidak terganggu oleh suara ribut saat belajar.
  • Lebih suka membaca.
  • Lebih suka mendemonstrasikan daripada menjelaskan.
  • Tahu apa yang harus dikatakan, tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
  • Tertarik seni, seperti lukis pahat, gambar daripada seni musik.
  • Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal.

3. Gaya belajar gerak (kinestetik)

Ciri-ciri gaya belajar gerak:

  • Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
  • Lebih menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
  • Ketika membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
  • Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
  • Belajar melalui praktek langsung atau dengan manipulasi (trik peraga).
  • Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
  • Menanggapi perhatian fisik.
  • Lebih sulit duduk diam dan menatap saat proses mengajar.

Baca juga: Siswa, Ini Asal-usul Masuknya Kurma ke Indonesia

Jadi, bagi anak-anak sekolah atau siswa harus mengenali gaya belajar sedini mungkin. Tentu hal ini juga berlaku bagi orang tua agar kenal dengan gaya belajar anaknya.

Ini karena semua anak terlahir dengan karakternya masing-masing. Semakin kenal gaya belajar anak, maka semakin mudah mengoptimalkan potensi anak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.