Kompas.com - 20/05/2021, 08:54 WIB
Prof. Rhenald Kasali dalam acara Webinar Series Bantuan Pemerintah New Teaching Factory yang diikuti 3.500 Kepala Sekolah Menengah Kejujuruan di Indonesia, Rabu (20/5/2021). DOK. PRIBADIProf. Rhenald Kasali dalam acara Webinar Series Bantuan Pemerintah New Teaching Factory yang diikuti 3.500 Kepala Sekolah Menengah Kejujuruan di Indonesia, Rabu (20/5/2021).

Setelah dihitung ternyata hanya dibutuhkan Rp 3,5 hingga 4 miliar. "Saya verifikasi hasil hitungannya ke teman tehnik sipil di UI, ternyata hitungan lulusan SMK itu sangat tepat. Ini yang membuat saya tertegun dan kaget," ujarnya.

Menurut Rhenald, saat ini yang harus dipahami kepala sekolah adalah disrupsi akan menyisihkan orang-orang yang terpaku pada masa lalu. Teknologi baru yang terus berkembang dan mengubah masa depan membuat kita perlu menciptakan relevansi.

Dunia sedang dilanda disrupsi. Akibatnya, timbul banyak gangguan lantaran banyak perubahan yang terjadi tanpa kita sadari, termasuk di dunia pendidikan Indonesia.

7 kunci inovasi

Kendati demikian, lanjutnya, kita dituntut untuk mengikuti perubahan yang terjadi di era disrupsi. Pendidikan Indonesia pun harus berubah mengikuti arah zaman agar tidak ikut tersisihkan.

Seringkali apa yang terjadi adalah kita membawa masa lalu ke hari ini. Itu artinya tidak mampu keluar dari perangkap masa lalu bukan.

Disruption pada dasarnya adalah perubahan. Suatu perubahan yang terjadi sebagai akibat hadirnya masa depan ke masa kini.

Perubahan semacam itu membuat segala sesuatu yang semula berjalan dengan normal tiba-tiba harus berubah dan berhenti mendadak akibat hadirnya sesuatu yang baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sini, yang dimaksud sebagai sesuatu yang baru bisa banyak hal: teknologi baru, proses bisnis yang baru, para pemain baru, aplikasi yang baru, model bisnis yang baru, atau kombinasi dari berbagai faktor tersebut.

Baca juga: 8 Hal yang Harus Diperhatikan Pemda Mengenai Sekolah Tatap Muka

Perubahan semacam inilah yang membuat para petahana dan pemain lama bak kebakaran jenggot. Mereka tak tahu cara menanggapinya.

"Itu karena mindset mereka, cara-cara berpikir mereka, masih memakai pola-pola atau dengan cara-cara lama, cara-cara yang konvensional. Padahal, perubahan yang tengah terjadi tidak konvensional," ujar Prof. Rhenald.

Dalam melakukan inovasi disekolah, di mana setiap SMK saat ini dituntut menghasilkan produk unggulan, terdapat tujuh kata kunci yang harus menjadi perhatian.

Pertama kenali betul perubahan selera masyarakat, kedua kenali betul teknologi yang berkembang, ketiga buat simulasi dan inovasi, keempat melakukan sensing atau melibat respon terhadap produk yang dihasilkan.

"Yang kelima mulai dari yang sederhana dan mudah lalu perbaiki, keenam lakukan mobilisasi dan jangan menunggu, dan terakhir gunakan ekosistem yang ada," pungkas Prof. Rhenald.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.