Kompas.com - 22/05/2021, 18:47 WIB
Simposium PPI Dunia Kawasan Timtengka Sahkan Deklarasi Mesir Dok. PPI DuniaSimposium PPI Dunia Kawasan Timtengka Sahkan Deklarasi Mesir

KOMPAS.com - Presiden PPMI Mesir, Farhan Azis Wildani resmi menandatangani Deklarasi Mesir. Pengesahan deklarasi berisi rekomendasi hasil musyawarah pada Sidang Komisi ini sekaligus menjadi penutup dari seluruh rentetan acara Simposium PPIDK Timtengka 2021 yang dilangsungkan sejak Jumat (30/4/2021).

Ketua Panitia Simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timtengka 2021, Alfy Isa Muharram mengatakan di samping konsep penyelenggaraan yang pertama kalinya secara hybrid, Deklarasi Mesir juga merupakan salah satu inovasi yang diusung simposium kawasan tahun ini, melihat posisi strategis Mesir yang menjadi tuan rumah simposium sekaligus poros pergerakan mahasiswa di daerah Timur Tengah dan Afrika.

“Latar belakang lahirnya konsep ini adalah berangkat dari posisi strategis Mesir sebagai tuan rumah dan juga poros pergerakan mahasiswa Indonesia di daerah Timur Tengah dan Afrika. Jadi, penting sekali untuk mengadakan sebuah deklarasi. Karena ketika deklarasi kita adakan dan di Mesir, itu rasanya mewakili suara mahasiswa yang ada di Timur Tengah dan Afrika,” jelas Isa.

Baca juga: PPI Dunia Dorong Penghapusan Dikotomi Istilah Minoritas dan Mayoritas demi Perdamaian

Pada hari yang sama, dilaksanakan juga Kongres Kawasan PPIDK Timtengka 2021. Duta Besar LBBP RI untuk Mesir, Luthfi Rauf, turut hadir menyampaikan sambutan di awal acara.

Ia mengapresiasi betul usaha seluruh pihak dalam menyukseskan acara simposium yang telah berhasil dilaksanakan di tengah ketidakpastian masa pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penyelenggaraan Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini menurut saya akan menjadi success story tersendiri bagi panitia dan seluruh peserta. Karena mungkin Simposium PPI Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika ini tetap dapat dilaksanakan melalui media daring, dan merupakan yang pertama kali terjadi selama ini. Berbagai rentetan acara telah terselenggara dengan sukses, sejak tanggal 30 April hingga sampai hari ini, 16 Mei 2021,” paparnya.

Kongres Kawasan dilanjutkan dengan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban Sementara PPIDK Timtengka 2020/2021, pemilihan koordinator baru serta pemilihan tuan rumah simposium kawasan selanjutnya.

Baca juga: Desa Terang Desa Internet, Inisiasi PPI Dunia Hadirkan Internet Daerah 3T

Dari kongres ini, pasangan tunggal calon Koordinator dan Wakil Koordinator Hafizd Alharomain Lubis dari PPMI Mesir dan Ali Masud Imron dari PPI Yaman resmi terpilih menjadi Koordinator dan Wakil Koordinator PPIDK Timtengka 2021/2022.

Adapun simposium selanjutnya akan diadakan di Indonesia, dengan kolaborasi antara 18 PPI negara dari kawasan Timur Tengah dan Afrika. Kemudian dibacakan juga draf rekomendasi hasil Sidang Komisi yang sebelumnya telah dilangsungkan selama tiga hari, dari 7-9 Mei 2021.

Komisi pertama adalah Komisi Pendidikan Islam yang membahas “Peran Pendidikan Islam dalam Memajukan Pendidikan di Indonesia”. Komisi Ekonomi Syariah mengangkat judul “Wakaf Sebagai Solusi Krisis Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19”.

“Penyebaran Ujaran Kebencian dan Hoax melalui Media dan Peran Alumni Timur Tengah dalam Menanggulanginya” dibahas oleh Komisi Media.

Menanggapi pergolakan yang kembali memanas antara Palestina dan Israel, Komisi Timur Tengah berfokus pada “Normalisasi Israel dan Negara-Negara Arab: Nasib Palestina Serta Peran Indonesia”.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Buka Beasiswa S2-S3 bagi Guru dan Tendik

Adapun Komisi Pemberdayaan Wanita mengulas “Peran Sosial Wanita dalam Islam, Meluruskan Anggapan Keliru Mengenai Peran Wanita dalam Islam”.

Adanya Sidang Komisi ini merupakan wujud dari kepedulian mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dan Afrika terhadap isu-isu yang sedang terjadi. Rekomendasi dari Sidang Komisi ini kemudian akan disampaikan ke instansi terkait negara sebagai tindak lanjut.

Sebelumnya, rangkaian acara Simposium PPIDK Timtengka 2021 diawali dengan Sesi Daring selama empat hari, 30 April–Mei dengan empat subtema berbeda.

Dimulai dari Subtema Geopolitik dengan judul “Instabilitas Politik di Timur Tengah dan Kausalitasnya Terhadap Implementasi Moderasi Beragama di Indonesia”, “Mengarusutamakan Strategi Moderasi Beragama sebagai Konter Fetakompli Radikalisme” pada pembahasan Subtema Agama, “Peran Institusi Pendidikan dalam Upaya Mengokohkan Narasi Kebangsaan” pada Subtema Pendidikan, dan Subtema Ekonomi yang bertajuk “Penguatan Potensi Ekonomi Syariah Menuju Kesejahteraan Masyarakat di Era Pandemi”.

Pada Sesi Daring ini, para pembicara dari bidang-bidang terkait yang hadir antara lain Luthfi Rauf selaku Duta Besar LBBP RI untuk Mesir, Alvin Dermawan sebagai Atase Pertahanan KBRI Kairo serta Hajriyanto Yasin Tohari selaku Duta Besar LBBP RI untuk Beirut, pada Subtema Geopolitik.

Baca juga: Universitas Pertahanan Buka Beasiswa S2, Bebas Biaya Kuliah dan Hidup

M. Makmun Rasyid Penulis dan Praktisi Media, Yenny Wahid Komisariat Garuda Indonesia. Yahya Cholil Staquf Katib Aam PBNU, Imam Shamsi Ali Direktur Nusantara Foundation, pada Subtema Moderasi Beragama.

Muhammad Amin Abdullah Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Faried F Senong Peneliti di Pusat Kajian Qur’an Jakarta, Hamid Fahmy Zarkasyi Rektor Universitas Darussalam Gontor, pada Subtema Pendidikan.

Sandiaga Salahuddin Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI serta Arief Rosyid Komisaris Independen BSI, mengisi dalam Subtema Ekonomi.

Di samping itu, hadir pula Muhsin Syihab Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri, Suyitno Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Deputy Chief of Mission KBRI Cairo M. Aji Surya, Farhan Azis Wildani Presiden PPMI Mesir. Hamzah Assuudy Lubis Koordinator PPIDK Timtengka, juga Choirul Anam Koordinator PPI Dunia.

Jika merujuk ke rencana awal, agenda simposium seharusnya dilanjutkan dengan Grand Opening, Gala Dinner, Sidang Internal, City Tour serta Grand Closing secara luring di Kairo, Mesir.

Namun, dengan dinamika Covid-19 yang begitu cepat, hal ini menjadi tersendiri sehingga panitia pun dituntut untuk adaptif. Maka dengan begitu, tanpa mengubah esensi simposium sebagai forum silaturahmi antara PPI Negara Kawasan Timtengka serta wadah untuk melahirkan gagasan gagasan strategis, acara dipadatkan menjadi satu hari dalam Kongres Kawasan PPIDK Timtengka.

“Kita di sini ditantang keadaan. Tapi seberat apa pun keadaan, kita harus menyesuaikan. Seburuk apa pun pandemi, kita tidak boleh terhenti. Maka ini yang menjadi pesan kepada tuan rumah simposium tahun depan,” Pungkas Isa dalam pidato penutupannya.

(Penulis: Naya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.