Kompas.com - 30/05/2021, 13:40 WIB
Ilustrasi pola asuh orangtua. shutterstockIlustrasi pola asuh orangtua.
|

KOMPAS.com - Setiap orang tua pasti ingin anaknya sehat, bahagia, suka bermain dan percaya diri. Tetapi bagaimana caranya agar hal itu bisa tercapai.

Sebelumnya, orang tua bertanggung jawab untuk mengajarkan pada anak pentingnya mencintai diri sendiri. Berarti sebagai orang tua juga harus mencintai hidup kita terlebih dahulu.

Dalam hal ini orang tua perlu menjadi role model atau contoh yang mencintai diri sendiri. Mengurus waktu, bertanggung jawab, terorganisir, sehat dan punya semangat tentang siapa diri kita di dunia.

Baca juga: Yuk Ajari Anak Taat Norma Sejak Dini

Kita bekerja keras dan membuat waktu berkualitas untuk teman, keluarga, dan anak-anak. Jika sebagai orang tua belum bisa menjalankan tugas tersebut dengan baik, tetapi menuntut semua sifat ini pada anak, kecil kemungkinan itu akan terwujud pada anak-anak kita.

Sedangkan anak itu melihat, melakukan dan mencontoh apa yang orang tua lakukan di mana saja.

Mengajarkan anak prasekolah agar bisa menghargai dirinya sendiri adalah tanggung jawab yang besar bagi kita sebagai orang tua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir laman pauddikmasdiy.kemdikbud.go.id, berikut ini 7 kiat atau strategi untuk membantu anak menghargai dirinya:

1. Coba berikan empati

Anak akan merasa frustrasi jika ia tidak bisa melakukan hal yang bisa dilakukan temannya. Di saat ia berkata, “Saya tidak bisa berhitung secepat Ardi”, maka tunjukkan rasa empati dan kemudian tekankan salah satu kekuatan yang ia punya.

Misalnya, dengan memberi tahu bahwa Ardi memang pintar berhitung, tetapi kamu pandai melukis.

Apa yang orang tua katakan dapat membantunya belajar bahwa semua orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Ia akan menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa baik tentang dirinya.

2. Harus mendengarkan dengan baik

Jika anak sedang berusaha memberi tahu sesuatu, berhentilah sejenak dan dengarkan apa yang ia katakan, meski kita tidak mengerti semua perkataannya.

Ia perlu menyadari bahwa pemikiran dan perasaannya dihargai. Bantu ia merasa nyaman dengan emosi yang ia rasakan dengan membicarakannya.

Baca juga: 5 Tips Bermain Bersama Anak

Dengan menerima emosi yang ia rasakan, memahami perasaannya dan menunjukkan bahwa apa yang ia katakan ternyata dihargai. Nantinya ia akan merasa percaya diri untuk mengungkapkan perasaannya sendiri.

3. Beri cinta tanpa syarat

Katakan pada anak, “Bunda mencintaimu, tak peduli siapa dirimu dan apa yang kamu lakukan.” Maka anak akan merasa diuntungkan ketika Anda bisa menerima dia apa adanya tanpa melihat kekuatan, kesulitan, perangai, ataupun kemampuan yang ia miliki.

Jadi istimewakan anak dengan cinta, beri dia banyak pelukan, ciuman, dan belaian lembut pada pundaknya. Jangan lupa untuk selalu memberitahu betapa kita mencintainya.

4. Cona tanamkan keberanian ambil risiko

Motivasi anak untuk mengeksplorasi sesuatu yang baru, seperti mencoba makanan yang berbeda, menemukan teman baru, atau mengendarai sepeda.

Tentunya ada kemungkinan anak akan mengalami kegagalan, tetapi kesempatan untuk berhasil menjadi kecil jika tidak ada resiko yang harus diambil.

Misalnya, cobalah untuk tidak menengahi ketika anak mulai frustrasi saat mencari mainan barunya. Hal itu akan menumbuhkan ketergantungan dan mengurangi kepercayaan dirinya.

Baca juga: Sering Emosi Hadapi Anak? Ini Cara Atasinya

Bangun penghargaan dirinya dengan menyeimbangkan kebutuhan orang tua untuk menjaganya dengan kebutuhan untuk mengatasi tugas baru.

5. Biarkan kesalahan terjadi

Saat anak sudah mendapat keberanian untuk mengambil risiko, kemungkinan baginya untuk melakukan kesalahan semakin terbuka lebar. Kesalahan yang ia lakukan merupakan pelajaran berharga untuk membangun kepercayaan dirinya.

Misalnya, bila anak meletakkan piring terlalu ke pinggir meja lalu terjatuh dan pecah, coba beri ia dorongan untuk berpikir tentang apa yang seharusnya ia lakukan di lain waktu agar tidak terjadi lagi.

6. Ajarkan batasan-batasan

Tetapkan peraturan-peraturan yang masuk akal bagi anak. Misalnya, beri peraturan untuk makan di ruang makan. Jadi jangan biarkan anak makan di ruangan lain.

Mengetahui peraturan yang berlaku di keluarga membuat anak merasa terlindungi, tetapi diperlukan pengulangan yang konstan hingga ia dapat mulai menjalaninya sesuai ekspektasi. Bersikaplah jelas dan konsisten.

7. Jangan membandingkan

Komentar seperti “kenapa kamu tidak bisa bersikap sopan seperti Budi?”, hanya akan membuat anak merasa buruk tentang dirinya sendiri.

Baca juga: 10 Cara agar Anak Lupa Gadget

Anak akan lebih menghargai dirinya sendiri jika kita sebagai orang tua menghargai dirinya karena keunikan individual yang ia miliki. Jadi jangan membandingkan ia dengan yang lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.