Kompas.com - 29/06/2021, 18:35 WIB
Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diikuti pelajar kelas 1 – 5 pada tingkat sekolah dasar. KOMPAS.COM/DANI JULIUSUji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diikuti pelajar kelas 1 – 5 pada tingkat sekolah dasar.

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas agar terselenggara secara dinamis.

Tidak seperti sekolah tatap muka biasa, dalam PTM terbatas, setiap sekolah diharuskan memenuhi ketentuan penyelenggaraan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

Selain itu, pelaksanaan PTM terbatas juga harus mengikuti Instruksi Menteri dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesehatan, serta keselamatan warga sekolah.

Direktur Sekolah Dasar dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Ristek Sri Wahyuningsih mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas perlu dipersiapkan secara matang oleh pihak sekolah dan harus didukung orangtua serta murid.

Baca juga: PTM Terbatas Bersifat Dinamis, Menyesuaikan Situasi dan Kondisi di Daerah

Menurut dia, setiap sekolah wajib untuk memenuhi daftar periksa dan menyiapkan Satugan Tugas (Satgas) Covid-19 tingkat pendidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bersama setiap komite yang ada, sekolah harus menyosialisasikan persiapan PTM terbatas kepada orang tua. Dengan begitu, orangtua akan memilki pemahaman baik akan pentingnya langkah ini,” terang Sri dalam acara Dialog Produktif yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) secara live di kanal YouTube FMB9ID_IKP, Kamis (24/6/2021).

Cara setiap sekolah hadapi PTM terbatas

Dalam dialog tersebut, hadir pula Kepala Sekolah SDN IV Made Lamongan Amin Khusnul Khatimah.

Amin mengaku punya cara tepat yang bisa dicontoh untuk menyiapkan ruang belajar yang aman dan nyaman selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Bisa Ditiru, Ini Praktik Baik Pelaksanaan PTM Terbatas di 4 Sekolah

Ia menuturkan, sejak berangkat ke sekolah hingga kembali ke rumah, hal penting yang harus diterapkan pertama adalah disiplin protokol kesehatan (prokes) sesuai ketentuan SKB Empat Menteri.

“Sebelum berangkat, siswa wajib sarapan di rumah. Para orangtua diminta untuk memeriksa kesehatan anak, muali dari mengecek suhu tubuh, melihat apakah anak sedang flu atau batuk, serta menyiapkan perlengkapan kegiatan belajar mengajar (KBM) dan berbagai starter pack,” jelas Amin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.