Kompas.com - 30/06/2021, 18:02 WIB
ilustrasi rempah PIXABAY/MONICOREilustrasi rempah

KOMPAS.com - Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, memiliki potensi yang besar dalam menyediakan bahan-bahan obat dari sumber daya alamnya sebagai sumber biofarmaka atau tanaman obat.

Kepala Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University, Prof Irmanida Batubara mengatakan informasi terkait budidaya tanaman obat yang memiliki potensi sebagai antiinflamasi (peradangan) atau yang bisa meningkatkan respon imunitas tubuh sangat diperlukan.

Mendorong para pakar IPB melalui Pusat Studi Biofarmaka Tropika, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University menyelenggarakan Webinar "Budidaya Tanaman Obat Berpotensi sebagai Anti Inflamasi dan Peningkatan Respon Imunitas Tubuh".

Baca juga: Peneliti IPB Temukan Minuman Penurun Gula Darah Berbasis Rempah

"Informasi ini terkait budidaya tanaman obat yang memiliki potensi sebagai antiinflamasi (peradangan) atau yang bisa meningkatkan respon imunitas tubuh ini sangat diperlukan di berbagai daerah. Kami berharap setiap dinas setempat dapat ikut serta dan mendapatkan ilmu terkait obat-obatan herbal yang potensial di daerahnya," ujarnya seperti dirangkum dari laman IPB University, Rabu (30/6/2021).

Dosen Departemen Anatomi, Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Min Rahmawati mengungkap dua hal yang dapat diupayakan agar tubuh tetap sehat. Pertama ialah keterlibatan sistem imunitas bawaan dan yang kedua adalah sistem imunitas adaptif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sistem imunitas bawaan adalah sistem imun yang responnya cepat terhadap rangkaian senyawa. Sementara sistem imunitas adaptif adalah sistem imun yang responnya lambat terhadap antigen spesifik.

Sementara itu, lanjut dia, untuk mengatasi inflamasi, ada beberapa tanaman herbal yang bisa digunakan. Tanaman tersebut adalah pegagan, kencur, saga, meniran dan binahong.

Baca juga: Peneliti IPB: Tanaman Herbal Ini Berkhasiat Redakan Asam Urat

Dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian IPB University, Maya Melati mengatakan adapun kelompok tanaman yang berkhasiat sebagai imunomodulator atau memodifikasi respons imun tubuh yakni tanaman yang memiliki bentuk rimpang, bentuk daun, bentuk batang, bentuk kulit kayu, bentuk buah, dan bentuk biji.

"Contohnya seperti jahe, kunyit, kencur, binahong, daun pegagan, buah jambu biji, dan jeruk nipis" tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.