Kompas.com - 10/07/2021, 10:29 WIB
ilustrasi hamil shutterstockilustrasi hamil
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Perempuan yang tengah berbadan dua di masa pandemi Covid-19 memang menghadapi tantangan lebih.

Ibu hamil harus tetap menjaga kondisi tubuhnya tetap fit agar perkembangan janin berjalan normal sesuai usia kandungannya.

Hamil di masa pandemi Covid-19 bukan menjadi sesuatu yang dilarang. Tetapi perlu direncanakan sebaik mungkin.

Hal ini diutarakan oleh Pengajar Departemen Obstetri dan Ginekologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Irwan Taufiqur Rachman.

Baca juga: Kemendikbud Ristek Bagikan Tips Hidup Sehat di Masa Pandemi

Risiko perempuan hamil dengan komorbid

Menurut Irwan, kehamilan pada masa pandemi Covid-19 bukan sesuatu yang tidak direkomendasikan. Namun kehamilan sebaiknya direncanakan dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebaiknya sebelum kehamilan calon ibu sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap, dan mengonsumsi asam folat minimal 1 tablet per hari selama dua bulan," kata Irwan seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (10/7/2021).

Irwan mengungkapkan, perempuan yang sedang mengandung memang tidak meningkatkan risiko tertular infeksi Covid-19 jika dibandingkan orang pada umumnya.

Namun saat hamil bisa meningkatkan risiko mengalami kondisi yang lebih buruk ketika terinfeksi.

Baca juga: Hari Satelit Palapa, Tingkatkan Teknologi di Bidang Pendidikan

Risiko ini lebih besar terlebih pada perempuan hamil yang memiliki komorbid seperti:

  • Hipertensi
  • Diabetes melitus
  • Obesitas
  • Penyakit paru kronik.

"Calon ibu yang memiliki komorbid disarankan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk mengoptimalkan kondisinya sebelum merencanakan kehamilan," tegas Irwan.

Penanganan ibu hamil positif Covid-19

Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan jika ibu hamil dinyatakan positif Covid-19.

Irwan menjelaskan, ibu hamil tanpa komorbid, biasanya akan merasakan gejala ringan ketika terinfeksi Covid-19.

Selanjutnya ibu hamil dapat melakukan isolasi mandiri di rumah selama minimal 10 hari atau 10 hari ditambah 3 hari bebas gejala.

Obat yang dikonsumsi cukup obat yang bersifat simptomatis dan multivitamin yang diperlukan.

Baca juga: UB Buka Seleksi Mandiri Program Vokasi Pakai Nilai UTBK dan Rapor

Sementara itu, untuk ibu hamil dengan gejala sedang sampai berat sebaiknya dilakukan observasi di rumah sakit. Rumah sakit yang dituju pun disarankan memiliki ruang isolasi dengan tenaga dokter dan mampu merawat ibu dan bayi.

Selalu terapkan prokes

Bagi ibu hamil, lanjut Irwan, penting untuk memiliki istirahat yang cukup selain tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) menghadapi pandemi Covid-19.

Selain itu ibu hamil juga wajib mengonsumsi vitamin secara bijaksana sesuai anjuran dokter.

Irwan menerangkan, mengonsumsi vitamin atau micronutrient dalam dosis tertentu sangat bermanfaat bagi kerja sistem imun tubuh.

Namun jika dikonsumsi secara berlebihan dapat membahayakan kehamilan.

"Saat ini tidak hanya vitamin yang dikonsumsi secara berebihan, namun obat imunomodulator juga ada kecenderungan dikonsumsi secara berlebihan. Sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter," ungkapnya.

Baca juga: ITS Buka Lowongan Kerja Jadi Tendik Tetap Non-PNS bagi Lulusan D4-S1

Dia menambahkan, ibu hamil berisiko tinggi perlu segera berkonsultasi kepada dokter spesialis kandungan untuk mendapatkan rekomendasi vaksinasi yang dapat dilakukan pada umur kehamilan 13 hingga 33 minggu. Begitu juga bagi ibu yang sedang menyusui.

Irwan menekankan, dalam kondisi gelombang Covid-19 kedua seperti saat ini, lebih banyak menemukan kasus ibu hamil terinfeksi Covid-19 yang memerlukan terapi suplemen oksigen.

Mulai dari derajat sedang hingga berat jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.

"Terutama ibu hamil yang memasuki trimester kedua sampai awal trimester ketiga. Kemungkinan memerlukan terapi oksigen lebih tinggi dibandingkan pada wanita yang tidak hamil," imbuhnya.

Baca juga: Siswa, Yuk Coba Budidaya Tanaman Hidroponik di Rumah

Irwan juga mengingatkan agar ibu hamil waspada terhadap gejala infeksi Covid-19 antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Anosmia
  • Nyeri telan
  • Kesulitan bernafas atau gejala lainnya.

"Bila ada gejala yang mengarah ke Covid-19, segera ke dokter untuk memastikan status Covid-19," tandas Irwan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.