Kompas.com - 13/07/2021, 12:16 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) pada tahun 2016 dimana Gerakan Literasi Sekolah menjadi salah program di dalamnya.

Gerakan Literasi Nasional ini mempunyai beberapa tujuan seperti memberantas buta aksara, meningkatkan minat baca, menumbuhkan budaya literasi masyarakat. Hingga meningkatkan daya saing bangsa melalui program penguatan pendidikan.

Gerakan Literasi Sekolah merupakan gerakan literasi yang aktivitasnya banyak dilakukan di sekolah dengan melibatkan siswa, pendidik, tenaga kependidikan, dan orangtua.

Mereka bisa menampilkan praktik baik tentang literasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan serta budaya di rumah dan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Mahasiswa, Begini Cara Bijaksana Kelola Keuangan

Tujuan gerakan literasi sekolah

Dilansir dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, tujuan dari Gerakan Literasi Sekolah adalah menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran berbudaya literasi, dan membentuk warga sekolah yang literat dalam hal baca tulis, numerasi, sains, digital, finansial, budaya serta kewargaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Literasi Sekolah menyasar ekosistem sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Dalam konteks sekolah, subyek dalam kegiatan literasi adalah peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan (pustakawan, pengawas), dan kepala sekolah. Semua komponen warga sekolah ini berkolaborasi dalam Tim Literasi Sekolah (TLS) di bawah koordinasi kepala sekolah dan dikuatkan dengan SK kepala sekolah.

Baca juga: Kino Indonesia Buka Lowongan Kerja bagi Lulusan S1 Fresh Graduate

TLS bertugas untuk membuat perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen program. TLS dapat memastikan terciptanya suasana akademis kondusif, yang mampu membuat seluruh anggota komunitas sekolah antusias untuk belajar.

Dalam membangun budaya literasi yang positif di sekolah, terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan sekolah, antara lain:

1. Mengkondisikan lingkungan fisik ramah literasi

Lingkungan fisik adalah hal pertama yang dilihat dan dirasakan warga sekolah. Sehingga lingkungan fisik perlu terlihat ramah dan kondusif untuk pembelajaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.