Kompas.com - 29/07/2021, 17:58 WIB

Badan khusus yang dimaksud, seperti United Nations Development Programme (UNDP), United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), International Organization for Migration (IOM), dan juga Kedutaan Besar Australia di Vietnam dan Thailand.

Adapun visi dan misi IMUN untuk menyatukan pemuda dari seluruh elemen masyarakat dari berbagai belahan dunia untuk dapat belajar sekaligus berbagai ide dan informasi.

Baca juga: Pejuang SDGs: Optimistisme dari Karya Para Pemuda Indonesia

Pembelajaran maupun ide tersebut akan dituangkan melalui sebuah konferensi simulasi sidang PBB baik secara offline maupun online.

Menyuarakan hak kemanusiaan

Dalam kegiatan IMUN 52.0, Naufal mengatakan, ia berperan sebagai delegasi untuk mewakili negara Burkina Faso dan menjadi komite dewan Social, Humanitarian, and Cultural Committee (SOCHUM).

“Pada kompetisi MUN, saya ingin menyuarakan hak kemanusiaan dan mengutuk tindakan rasisme terhadap warga Asia. Protes ini juga berlaku bagi semua atau budaya di seluruh dunia agar tindakan rasisme bisa segera diselesaikan dan tidak muncul kembali,” katanya.

Baca juga: Putusan Kasus George Floyd untuk Dunia Bebas Rasisme

Maka dari itu, Naufal mengungkapkan, judul paper untuk konferensi IMUN yang ia bawakan adalah "Tracing the impact of trauma and mental healing on Asians in America due to acts of racism and xenophobia".

Menurutnya, saat ini telah banyak tindakan rasisme terhadap warga atau masyarakat dari Asia, terlebih ketika mereka sedang berada di Amerika. Aksi rasisme ini membuat dirinya merasa bersimpati dan prihatin.

Tak hanya aksi protes, Nafual mengaku bahwa dalam paper buatannya, ia turut mencantumkan solusi mengatasi korban rasisme, utamanya untuk kesembuhan mental mereka.

Baca juga: Piala Menpora 2021 - Patrich Wanggai Kena Serangan Rasisme, Manajemen PSM Surati PSSI

Jadi Official Campus Ambassador IMUN

Selain menjadi delegasi dan representatif untuk sebuah negara, Naufal juga diberikan amanat sebagai IMUN Official Campus Ambassador.

“Saya berperan menjadi brand ambassador IMUN. Tugas saya mempromosikan program IMUN di sosial media (sosmed) melalui konten-konten kreatif dan mengajak setiap orang untuk berpartisipasi dalam program ini. Saya membimbing mulai dari tahap registrasi hingga pembayaran,” jelasnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.