Kompas.com - 03/08/2021, 19:32 WIB

KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan masuknya tahun ajaran baru sekolah daring, memberikan tantangan sendiri bagi para orang tua dengan anak usia dini.

Salah satu tantangan terbesar ialah keinginan anak untuk mendapatkan perhatian dan pendampingan lebih dari orangtua, saat orangtua harus menyelesaikan pekerjaan dari rumah.

Salah satu pendidik dari PAUD Rumah Main Cikal, Sheira Shafira menyatakan bahwa keinginan anak untuk lebih "nempel" dengan orangtua saat WHF relatif terjadi.

“Kondisi ini tentu terjadi karena anak-anak merasa bahwa orang tua mereka berada di sisi mereka dan dapat diajak bermain, padahal kondisi tersebut bermakna sebaliknya, meskipun fisik dari orang tua dengan anak usia dini di rumah, mereka pun harus tetap bekerja,” tutur pendidik yang akrab disapa Sheira, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak

Ia pun memberikan rekomendasi pola asuh anak usia dini yang tepat selama orangtua bekerja dari rumah.

1. Buat kesepakatan bersama

Cara yang pertama untuk memberikan pengertian pada anak saat bekerja dari rumah dengan membuat kesepakatan bersama bersama anak.

Orangtua perlu memperkenalkan anak tentang rutinitas sebagaimana sekolah. Salah satu caranya adalah misalnya membuat kesepakatan bersama antara guru dan murid, anak dan orang tua,” tutur Sheira.

Ia pun menambahkan bahwa kesepakatan bersama merupakan cara menumbuhkan pengertian pada anak akan rutinitas yang dihadapinya di rumah saat orang tua sedang bekerja.

“Kesepakatan bersama artinya dilakukan antara dua pihak, baik orang tua dengan anak, dan dapat dilakukan untuk menumbuhkan pengertian pada anak mengenai siapa yang akan memenuhi kebutuhan atau bermain anak selama orang tua bekerja, misalnya nenek atau pengasuh," imbuh dia.

Baca juga: 10 Perguruan Tinggi Tertua di Indonesia, Ada Kampus Kamu?

Pengertian dan kesepakatan ini, kata Sheira, penting dilakukan untuk menjadi salah satu cara membangun komunikasi dan pemahaman kondisinya, serta meregulasi emosi anak dengan cara menampilkan visualisasi gambar yang memperhatikan kondisi fase tumbuh kembang anak.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.