Kompas.com - 07/08/2021, 12:46 WIB
Menaker Ida meninjau penerima program JPS TKM Kelompok Wirausaha Baru Ecoprint Sekar Langit Bajong di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (3/5/2021). DOK. Humas KemnakerMenaker Ida meninjau penerima program JPS TKM Kelompok Wirausaha Baru Ecoprint Sekar Langit Bajong di Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (3/5/2021).
|

Untuk menjaga agar posisi daun tidak bergeser, kain tersebut ditutupi lagi dengan selapis kain selimut lalu digulung hingga padat.

Gulungan itu nantinya akan dikukus. Kain yang telah dikukus selanjutnya dikeringkan dengan cara dianginkan. Kain tidak boleh dijemur dengan terpapar cahaya matahari langsung karena akan merusak pewarnaan dan motif yang dilakukan.

"Maka, proses pengeringan dapat memakan waktu satu hingga dua minggu," tuturnya.

Adapun tumbuhan yang digunakan berasal dari berbagai macam jenis, seperti:

  • Jati
  • Secang
  • Gambir

Sedangkan bagian tumbuhan yang digunakan juga beragam, mulai dari daun atau bunga, selama dapat mengeluarkan warna dan memiliki motif bagus.

Ia menyebutkan, Ecoprinting akan menghasilkan limbah yang sedikit serta penggunaan bahan kimia yang rendah.

Selain itu juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat karena prosesnya yang dapat dilakukan pada industri rumah tangga. Bahan dasar yang berlimpah memudahkan masyarakat untuk mengembangkan Ecoprint.

Ternyata, secara mandiri, Sari juga mendirikan unit usaha Ecoprint yang bernama Nauli Ecoprint. Bersama dengan timnya, Nauli Ecoprint telah melakukan banyak pelatihan Ecoprint kepada masyarakat.

Diantaranya, Nauli Ecoprint memberikan pelatihan kepada pengungsi yang berada di bawah naungan International Organization for Migration (IOM), sayap organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga: Akademisi UII: Ini 8 Cara Terhindar dari Toxic Positivity

Pengungsi yang berasal dari Somalia, Sri Lanka, serta Afganistan dilatih untuk bisa menghasilkan produk Ecoprint pada 21-25 Juni 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.