Kompas.com - 30/08/2021, 15:32 WIB
Petugas mengecek arah dan kecepatan angin melalui Theodolit di Laboratorium Terbuka Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten di Serang, Banten, Sabtu (28/12/2019). BMKG merilis peringatan Waspada Cuaca Ekstrem tanggal 28-30 Desember 2019 ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di Sumatera, Jawa, Banten, Kalimantan serta Nusa Tenggara dampak dari Topan Phanfone yang melintas di Laut China Selatan. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANPetugas mengecek arah dan kecepatan angin melalui Theodolit di Laboratorium Terbuka Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten di Serang, Banten, Sabtu (28/12/2019). BMKG merilis peringatan Waspada Cuaca Ekstrem tanggal 28-30 Desember 2019 ditandai hujan lebat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi yang diprediksi terjadi di Sumatera, Jawa, Banten, Kalimantan serta Nusa Tenggara dampak dari Topan Phanfone yang melintas di Laut China Selatan.
|

KOMPAS.com - Bagi mahasiswa baru, tentu sebentar lagi bakal mengikuti perkuliahan di Tahun Akademik 2021/2022. Meski masih digelar secara online, tetapi harus tetap semangat.

Terlebih bagi yang sudah menentukan kuliah dan ambil Jurusan Meteorologi ITB, seperti apa ya nanti mata kuliahnya?

Tentu, di jurusan kuliah ini akan mempelajari bumi dan gejala-gejalanya termasuk cuacanya. Melansir laman Institut Teknologi Bandung (ITB), ini penjelasannya.

Baca juga: [POPULER EDUKASI] 5 Negara Paling Santai di Dunia | 11 PTS Terbaik Indonesia | Jurusan di ITB Terakreditasi Internasional

Apa itu Meteorologi? Ilmu tentang meteor? Tentu saja bukan. Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan gejala-gejalanya, yang terkait dengan komponen bumi yang berupa gas atau biasa disebut udara.

Semua orang mengetahui cuaca dan iklim dapat sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Contohnya saja petani menentukan musim panen dengan melihat cuaca dan iklim, pengetahuan ini sudah diketahui oleh nenek moyang kita sejak lama.

Tetapi, banyak yang tidak dapat menjelaskan hal tersebut secara ilmiah. Dengan adanya ilmu meteorologi, hal itu dapat dijelaskan secara logis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gejala-gejala alam lainnya seperti puting beliung, angin topan, juga akan dipelajari pada Program Studi Meteorologi.

Tidak hanya mempelajari mengapa bencana alam tersebut terjadi, namun juga mempelajari apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak dari bencana alam tersebut.

Ternyata, ilmu meteorologi juga terkait dengan ilmu-ilmu lainnya. Misalnya dengan ilmu Arsitektur. Dengan pengetahuan para ahli meteorologi, maka para arsitek dapat mendesain bangunan-bangunan sesuai dengan kondisi iklimnya.

Di Eropa sebagai contoh, karena sering terjadi salju bahkan badai, maka bangunan-bangunan atapnya dibuat dengan kemiringan yang besar agar salju tidak sempat menumpuk di atas tetapi cepat meluncur ke bawah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.