Kompas.com - 07/09/2021, 06:09 WIB
Ilustrasi media sosial ShutterstockIlustrasi media sosial
|

KOMPAS.com - Mencari pekerjaan tidak mudah. Sebab, perusahaan atau perekrut pasti mencari kandidat yang terbaik.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, sistem perekrutan pegawai pun tak ketinggalan memanfaatkan media sosial untuk memperoleh calon-calon pegawai yang potensial.

Kini, Curriculum Vitae dan Surat Lamaran tetap menjadi syarat utama administratif dalam proses melamar pekerjaan.

Baca juga: Akademisi IPB Beri Tips agar Pembelajaran Online Efektif dan Menarik

Namun para jobseeker khususnya lulusan baru (fresh graduate) harus mengetahui bahwa ada hal lain yang menjadi pertimbangan HRD dalam merekrut calon pegawainya, yaitu kepribadian kandidat yang dapat dilihat dari media sosialnya.

Metode perekrutan dengan memeriksa latar belakang kandidat di media sosial ini telah diterapkan oleh perusahaan startup seperti Line, BUMN seperti PLN, bahkan dalam proses seleksi beasiswa.

Sebanyak 45 persen perekrut dalam survei CareerBuilder melaporkan bahwa mereka menggunakan situs media sosial untuk menyaring karyawan potensial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari mereka yang melakukan pencarian online / pemeriksaan latar belakang kandidat, 29 persen menggunakan Facebook, 26 persen menggunakan LinkedIn, 21 persen menggunakan MySpace, 11 persen melalui Blog, sementara 7 persen mengikuti kandidat di Twitter.

Sedang 18 persen perekrut mengatakan mereka menemukan konten di situs media sosial yang mendorong mereka untuk mempekerjakan kandidat.

Info dilansir dari laman Alumni UGM, berikut adalah hal-hal yang mendorong perekrut untuk mempekerjakan kandidat:

  1. Profil memperlihatkan kesan kepribadian yang baik dan cocok dalam organisasi (50 persen).
  2. Profil didukung kualifikasi profesional kandidat (39 persen).
  3. Kandidat adalah pribadi yang kreatif (38 persen).
  4. Kandidat menunjukkan keterampilan komunikasi yang solid (35 persen).
  5. Kandidat memiliki lingkaran pertemanan yang baik (33 persen).
  6. Orang lain memasang referensi yang baik tentang kandidat (19 persen).
  7. Kandidat menerima penghargaan-penghargaan (15 persen).

Baca juga: Guru Besar UNY: Tak Melulu Olahraga, Ini Sisi Positif Pendidikan Jasmani bagi Anak

Meski demikian, banyak juga jobseeker melakukan hal yang sebaliknya dan tidak peduli pada semua konten yang mereka posting secara online.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.